Kamis , 14 September 2017, 08:18 WIB

Bangladesh Izinkan 2 Pesawat Bantuan Rohingya RI Mendarat

Red: Nur Aini
Republika/ Wihdan Hidayat
Presiden Joko Widodo melihat persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).
Presiden Joko Widodo melihat persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BANGLADESH -- Pesawat Hercules C130 TNI AU mendapatkan izin mendarat di Bandara Chittagong pada pukul 17.00 waktu setempat untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Menurut keterangan Komandan Satgas Civic Mission TNI AU Marsma TNI Nanang Santoso di Banda Aceh, Kamis pagi (14/9), pihaknya baru mendapatkan landing slot dari pemerintah Bangladesh bagi dua pesawat pengirim bantuan. Dua pesawat yang akan berangkat, yaitu bernomor registrasi A1326 yang diberikan waktu mendarat pada pukul 17.00 dan pesawat kedua A1319 dengan waktu mendarat pada pukul 19.00 waktu setempat.

Jeda waktu antara Waktu Indonesia Barat dengan Bangladesh adalah 1 jam lebih cepat. Dengan waktu tempuh yang dibutuhkan antara Aceh dengan Chittagong selama 4 jam, maka rencananya Hercules pertama akan terbang pada pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, dua pesawat Hercules lainnya, A1335 dan A1316, terus bersiap di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, menunggu izin mendarat dari pemerintah Bangladesh. Seluruh barang bantuan kemanusiaan dari pemerintah RI disimpan di dalam pesawat yang diparkir di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Tim Satgas Civic Mission Indonesia akan menyampaikan bantuan itu kepada Dubes RI untuk Bangladesh Rina Soemarno yang akan meneruskannya kepada pemerintah Bangladesh untuk didistribusikan kepada pengungsi Rohingya. TNI AU mengoperasikan empat pesawat Hercules C130 untuk membantu pengiriman bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan rakyat Indonesia kepada warga Rohingya di Kota Cox's Bazar.

Sumber : Antara