Jumat , 13 October 2017, 03:45 WIB

Tersedak Ikan 14 Sentimeter, Pria Ini Nyaris Tewas

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Hazliansyah
ANTARA /Iggoy el Fitra
Pekerja membongkar ikan tongkol segar dari kapal, di Seberang Pebayang, Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/2). (ANTARA /Iggoy el Fitra)
Pekerja membongkar ikan tongkol segar dari kapal, di Seberang Pebayang, Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/2). (ANTARA /Iggoy el Fitra)

REPUBLIKA.CO.ID, -- Bercanda mungkin dapat mencairkan suasana dan membuat atmosfer menjadi lebih ceria. Namun, bercanda yang kelewatan dan tanpa perhitungan perlu dihindari karena dapat menjadi bumerang yang membahayakan.

Salah satunya dialami oleh pria asal Inggris yang sedang berlibur bersama teman-temannya. Pada 5 Oktober lalu, pria yang tidak diketahui namanya ini bergurau sambil memainkan ikan berukuran 14 cm. Pria berusia 28 tahun ini meletakkan ikan tersebut di atas mulutnya seakan ia hendak menelan ikan tersebut.

Siapa sangka, ikan yang ia genggam memberontak dan benar-benar masuk ke dalam mulut serta tenggorokan pria tersebut. Akibatnya, pria tersebut mengalami kesulitan napas karena saluran napas terimpit.

Teman-teman dari pria malang tersebut sempat memberikan bantuan CPR dengan panduan dari petugas medis darurat lewat sambungan telepon. Meski membantu, CPR yang diberikan tak cukup untuk menolong pria tersebut.

Saat paramedis tiba di tempat kejadian, pria yang tak sengaja menelan ikan utuh tersebut sudah dalam kondisi tak sadarkan diri. Selain berhenti bernapas, pria tersebut juga mengalami henti jantung.

"Saat itu kami tidak tahu tingkat (keparahan) situasi ataupun apa yang menyebabkan pasien tersedak," kata salah satu paramedis, Matt Harrison, seperti dilansir Independent.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, tim paramedis menemukan bahwa pasien mengalami kemacetan saluran napas total. Segala upaya yang dilakukan paramedis tak banyak membantu pria tersebut untuk bisa mendapatkan oksigen.

Selama perjalanan menuju rumah sakit di dalam ambulans, pria tersebut menunjukkan kemerosotan kondisi yang signifikan. Pria tersebut juga terus mengalami penurunan curah jantung.

"Sangat jelas bahwa kami harus mengeluarkan ikan tersebut atau pasien ini tak akan selamat dalam perjalanan singkat menunju Rumah Sakit Royal Bournemouth," kata Harrison.

Harrison dan rekannya Martyn Box yang merupakan petugas operasi segera mengambil tindakan. Ia menggunakan alat laryngoscope untuk membuka mulut dan tenggorokan pria tersebut dengan maksimal. Dari upaya ini, Harrison berhasil melihat ekor ikan yang sedikit muncul di dalam tenggorokan pria tersebut.

Harrison menggunakan forceps untuk menarik ujung ekor ikan itu dengan sangat hati-hati agar tidak robek saat proses penarikan. Harrison sadar bahwa ia memiliki banyak kesempatan untuk menarik ikan tersebut dengan baik. Satu kesalahan akan membuat ikan itu masuk lebih dalam lagi ke dalam tenggorokan pria tersebut.

Setelah mencoba enam kali, Harrison berhasil menarik ikan tersebut secara utuh dari tenggorokan pasien. Harrison dan Box merasa lega karena pria tersebut berhasil diselamatkan dan tak mengalami kelainan permanen akibat henti jantung yang dialami.

"Saya tak pernah melihat insiden yang lebih aneh dari ini," terang Harrison.