Selasa , 03 Oktober 2017, 18:27 WIB

OKI Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina

Red: Teguh Firmansyah
Reuters
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah.
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Yousef Ben Ahmed Al-Othaimin menyambut baik upaya rekonsiliasi Palestina yang tengah ditempuh Fatah dan Hamas. Ia menilai, ini langkah penting untuk menyatukan seluruh rakyat Palestina.

Al-Othaimin mengomentari perihal langkah-langkah yang sedang diambil pemerintahan Palestina di Tepi Barat untuk mengambil alih administrasi di Gaza. Ia memuji tindakan Otoritas Palestina ini.

"Langkah dan tindakan Otoritas Palestina terkait dengan mengambil tanggung jawab kementerian pemerintah di Jalur Gazaadalah langkah penting untuk menyatukan rakyat Palestina," ucapnya seperti dilaporkan laman Middle East Monitor, Selasa (3/10).

Ia juga mengapresasi peran Mesir dalam memediasi dan mensponsori dialog Palestina yang komprehensif. "Saya berharap ini akanmenghasilkan kemitraan politik yang nyata dan aktif di bahwa kerangkaOrganisasi Pembebasan Palestina," katanya menerangkan.

Ia menilai, kemitraan semacam itu akan dapat mengakhiri pendudukanIsrael atas Palestina. "Dan membentuk sebuah negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," ujar Al-Othaimin.

Al-Othaimin menegaskan, OKI siap untuk mendukung segalatindakan yang dapat memperkuat persatuan Palestina. Ia pun meminta masyarakat internasional untuk mendukung upaya rekonsiliasi ini. Sebab selain akan menyokong terbentuknya negara Palestina yang utuh, rekonsiliasi, menurutnya,akan memperkuat stabilitas di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Otoritas Palestina Rami Hamdallah tiba di Jalur Gaza, Senin (2/10). Kunjungannya ke sana merupakanbentuk upaya rekonsiliasi yang sedang ditempuh kelompok Fatah dan Hamas.

Dalam sebuah konferensi pers, Hamdallah mengungkapkan, kunjungannya ke Jalur Gaza merupakan momen bersejarah menuju persatuan rakyat Palestina. Otoritas Palestina, yang diwakili kelompok Fatah, memang telah terlibat perselisihan dengan Hamas yang mengontrol Gaza sejak 2007.

"Kami datang atas perintahPresiden Palestina Mahmoud Abbas untuk mengumumkan ke seluruh dunia, darijantung Gaza, bahwa negara Palestina tidak bisa tanpa kesatuan politik antara Tepi Barat dan Gaza," kata Hamdallah, seperti dilaporkan laman Aljazirah.