Minggu, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 Februari 2018

Minggu, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 Februari 2018

Dianggap Ekstremis, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid

Senin 09 Oktober 2017 13:58 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Agus Yulianto

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir

Foto: saudigazette.com

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Arab Saudi telah memecat ribuan imam masjid karena diduga menyebarkan paham ekstremisme. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, di Moskow, Rusia, Ahad (8/10).

"Kami tidak akan membiarkan siapapun menyebarkan ideologi kebencian dan mendukung ideologi terorisme atau semacam itu," kata dia, dikutip Arab News.

"Pendekatan kami terhadap masalah ini sangat ketat: Kami memodernisasi sistem pendidikan kami untuk mengesampingkan kemungkinan salah tafsir teks," tambah Al-Jubeir.

Al-Jubeir menuturkan, Riyadh akan bekerja sama dengan Moskow dalam perang melawan terorisme. Banyak militan dari kedua negara tersebut yang kini ikut berperang melawan ISIS.

"Mereka menimbulkan ancaman bagi negara kita dan negara-negara lain, di manapun asalnya. Jadi, kita memiliki minat yang kuat dalam kerja sama ini," katanya.

Dia juga masih menuduh Qatar membiayai aksi terorisme, dalam upaya untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain. "Kami mengharapkan tuntutan yang harus dipenuhi Qatar," kata dia.

"Kami yakin ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh semua negara: Katakan 'tidak' terhadap terorisme, pendanaan terorisme, ekstremisme, dan propaganda kebencian, serta upaya untuk mengganggu urusan dalam negeri negara-negara lain," ujar Al-Jubeir.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Susi Menang Duel Renang Lawan Sandi

Ahad , 25 Februari 2018, 14:43 WIB