Ahad 29 Jan 2023 09:39 WIB

Iran Gagalkan Serangan Drone Di Sebuah Pabrik Militer

Para militan Kurdi berencana meledakkan pusat industri pertahanan sensitif di Isfahan

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi. Ledakan keras terdengar di sebuah pabrik militer di pusat Kota Isfahan, Iran. Ledakan ini berasal dari  serangan pesawat tak berawak (drone) yang gagal menyerang.
Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi. Ledakan keras terdengar di sebuah pabrik militer di pusat Kota Isfahan, Iran. Ledakan ini berasal dari serangan pesawat tak berawak (drone) yang gagal menyerang.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Ledakan keras terdengar di sebuah pabrik militer di pusat Kota Isfahan, Iran. Ledakan ini berasal dari  serangan pesawat tak berawak (drone) yang gagal menyerang. 

"Salah satu (drone) terkena pertahanan udara dan dua lainnya terjebak dalam jebakan pertahanan dan meledak. Serangan yang gagal ini tidak menyebabkan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan kecil pada atap bengkel," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Iran, IRNA.

Baca Juga

Kantor berita Iran sebelumnya melaporkan ledakan keras itu dan memuat video yang menunjukkan kilatan cahaya di pabrik, yang diidentifikasi sebagai pabrik amunisi. Selain itu, ada rekaman video kendaraan darurat dan truk pemadam kebakaran di luar pabrik.

Pada Juli, Iran mengatakan telah menangkap tim sabotase yang terdiri dari militan Kurdi yang bekerja untuk Israel. Mereka berencana meledakkan pusat industri pertahanan 'sensitif' di Isfahan.

 

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel atas program nuklir Teheran. Israel mengatakan, Iran sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir. Namun Teheran menyangkal tuduhan itu.

"(Serangan) tidak mempengaruhi instalasi dan misi kami, dan tindakan membabi buta seperti itu tidak akan berdampak pada kelanjutan kemajuan negara," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada sejumlah ledakan dan kebakaran di sekitar fasilitas militer, nuklir, dan industri Iran. Pada 2021, Iran menuduh Israel menyabotase situs nuklir utamanya, Natanz. Iran bersumpah akan membalas dendam atas serangan itu.

Ledakan di situs-situs sensitif Iran menimbulkan kekhawatiran di tengah ketegangan atas program nuklir Teheran dengan Israel dan Amerika Serikat. Israel telah lama mengancam tindakan militer terhadap Iran, jika pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran gagal menyelamatkan pakta nuklir 2015.

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement