Selasa 28 Sep 2010 18:37 WIB

Kuba: Bahaya Senjata Nuklir Baru Hilang Jika Semua Itu Dilarang

REPUBLIKA.CO.ID,PBB--Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla, Senin, mengatakan di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, bahaya yang ditimbulkan oleh senjata nuklir takkan hilang sampai semua itu sepenuhnya dilarang untuk digunakan. "Bahaya serius yang ditimbulkan oleh senjata nuklir hanya akan hilang jika semua itu sepenuhnya dihapuskan dan jika ada pelarangan penuh untuk menggunakannya," kata Parrilla dalam perdebatan tahunan Sidang Majelis Umum PBB, yang memasuki hari keempat di Markas PBB, New York, Senin.

"Manipulasi di seputar anti-penyebaran yang dilandasi oleh standar ganda dan kepentingan politik, keberadaan satu klub dengan hak istimewa dan tak diberikannya negara-negara Selatan hak bagi penggunaan damai energi nuklir mesti dihapuskan," kata Menteri Luar Negeri Kuba tersebut. "Mengingat kekuatannya yang sangat mematikan dan berlanjutnya pembuatan senjata konvensional, kita harus juga berjuang bagi perlucutan umum dan lengkap," katanya.

Guna memajukan semua upaya itu, Gerakan Non-Blok (GNB) mengajukan satu usul yang telah diabaikan, yang berisi satu program aksi yang meliputi pembentukan zona bebas nuklir. "Mendesak untuk mendirikan zona semacam itu di Timur Tengah, tempat Israel menjadi satu-satunya negara yang menentang gagasan semacam itu," kata Parrilla.

"Mencapai itu akan benar-benar memberi sumbangan guna menanggulangi ancaman konflik dan penyebaran nuklir serta mencapai perdamaian yang langgeng di wilayah tersebut," katanya. Israel, meskipun telah berulang kali membantah, dipandang sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Sementara itu negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, berkeras untuk mencegah Iran memiliki kemampuan nuklir kendati negara Persia tersebut telah berkali-kali menyatakan programnya bertujuan damai.

sumber : ant/Xinhua-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement