Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Militer AS Klaim Tewaskan 26 Ekstremis Al Shahab di Somalia

Sabtu 02 Mar 2019 06:58 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Pesawat F-16 milik militer Amerika Serikat.

Pesawat F-16 milik militer Amerika Serikat.

Foto: Reuters
AS melakukan 24 serangan tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menewaskan 26 militan kelompok ekstremis al-Shabab dengan melakukan serangan udara di Somalia. Komando Afrika AS mengatakan, serangan itu terjadi Kamis (28/2) di wilayah Hiran, Somalia.

Baca Juga

"Serangan udara baru diumumkan tidak lama setelah otoritas Somalia mengatakan, pengepungan mematikan semalam yang dilakukan oleh al-Shabab telah berakhir di Mogadishu dan semua penyerang tewas," pernyataan itu melaporkan seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Sabtu (2/3).

Semenjak Donald Trump menjabat sebagai presiden AS, negara Paman Sam itu memang meningkatkan serangan udara melawan al-Shabab yang terkait dengan militan Al-Qaida. Terbaru, AS melakukan 24 serangan tahun ini dan beberapa serangan sebelumnya telah menyebabkan korban jiwa yang jumlah korbannya hingga dua digit. Termasuk satu serangan pertengahan Januari 2019 yang menewaskan 52 pejuang dan satu serangan pada akhir Januari 2019 yang menewaskan 24 jiwa.

Pihak berwenang dan ahli mengakui bahwa diperlukan lebih dari serangan udara untuk mengalahkan kelompok ekstremis yang telah memegang kendali di sebagian besar pedesaan tengah dan selatan Somalia. Militer AS adalah salah satu dari beberapa aktor keamanan di Somalia bersama dengan misi Uni Afrika serta pasukan dari Kenya dan Ethiopia.

AS mengklaim, pihaknya saat bertindak berkoordinasi dengan pemerintah Somalia. Karena itu, militer negara Paman Sam diperkirakan akan mengambil alih tanggung jawab keamanan Somalia selama beberapa tahun ke depan. Sedangkan Misi Uni Eropa justru telah memulai penarikan pasukan selangkah demi selangkah seperti menarik mundur 1.000 tentara Burundi meski telah diperingatkan bahwa pasukan Somalia belum siap.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA