Kamis 25 Apr 2019 16:17 WIB

Mumi Ribuan Tahun Kembali Ditemukan di Mesir, Totalnya 35

Mumi tersebut diperkirakan berasal dari era Yunani-Romawi.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi penemuan mumi.
Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Ilustrasi penemuan mumi.

REPUBLIKA.CO.ID, ASWAN – Tim arkeolog yang dipimpin seorang profesor dari Italia menemukan puluhan bagian-bagian mumi manusia Mesir kuno di sebuah pemakaman di kota Aswan, Mesir Selatan.

Terdapat 35 bagian-bagian mumi pria, wanita, dan anak-anak dalam makam yang berasal dari periode Yunani-Romawi antara 332 sebelum Masehi-395 sesudah Masehi itu. 

Baca Juga

Arkeolog menemukan sebuah ruangan kecil berisi empat mumi sebelum menemukan 31 mumi lainnya di sebuah ruangan lain beserta sejumlah barang yang digunakan dalam perdagangan, termasuk vas berisi bitumen  dan tandu yang terbuat dari kayu kelapa dan linen.  

Bagian-bagian dari sejumlah mumi anak kecil ditemukan terdapat pada salah satu sisi ruangan. Dua mumi diyakini sebagai ibu dan anak diawetkan dengan baik namun mumi lainnya rusak parah.    

Arkeolog juga menemukan hieroglif pada fragmen peti mati yang menuliskan nama seseorang. Sementara artefak lainnya yang ditemukan termasuk topeng yang dihias, patung, gerobak yang di atas hingga penutup mumi papirus.   

Penggalian memetakan 300 makam dekat salah satu landmark utama kota Aswan. Mausoleum Aga Khan merupakan misi bersama antara Kementerian Purbakala Mesir dengan Universitas Milan.   

“Ini penemuan yang sangat penting karena kami bisa menambahkan sesuatu dalam sejarah kota Aswan yang hilang,” kata profesor Patrizia Piacentini yang memimpin pencarian seperti dilansir Guardian pada Kamis (25/4).    

“Kami tahu tentang makam dan nekropolis yang berasal  dari era milenium kedua dan ketiga talk kamk tak tahu dimana orang-orang yang tinggal di bagian terakhir era Firaun berada,” tambahnya.   

Kota Aswan diperbatasan Selatan Mesir merupakan kota perdagangan yang sangat penting. Sementara itu mumi-mumi tersebut akan dipelajari oleh seorang ahli anatomi sebelum dimasukan kembali ke dalam amalan yang dikelilingi oleh pintu besi dan diawasi tiga  penjaga.    

Sementara itu penggalian di wilayah lain di Mesir juga telah berhasil menemukan penemuan serupa. Di mana sebuah makam Firaun berisi 50 mumi, ditemukan di Minya selatan Kairo pada Februari lalu. Sementara pada awal April lusinan tikus yang dimumikan ada di antara binatang yang ditemukan di kuburan kuno di kota Sohag, juga di selatan Kairo.   

“Orang Mesir menggali bahkan di tempat-tempat yang di masa lalu tidak digali, sehingga mereka membuat semakin banyak penemuan. Saya pikir akan ada lebih banyak lagi di masa depan,” kata Piacentini.   

Pemerintah ingin mengumumkan temuan itu dalam upaya menghidupkan kembali pariwisata di negara itu terutama pascapemberontakan 2011 yang menyebabkan pengunduran diri Hosni Mubarak sebagai presiden dan menimbulkan kerusuhan. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement