Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Malaysia Pertimbangkan Tambah Unit Sekolah untuk Anak TKI

Jumat 29 Jun 2018 15:12 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Reiny Dwinanda

Presiden Kunjungan PM Malaysia. Presiden Joko Widodo (kanan) bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad memberikan keterangan pers bersama saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6).

Presiden Kunjungan PM Malaysia. Presiden Joko Widodo (kanan) bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad memberikan keterangan pers bersama saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6).

Foto: Republika/ Wihdan
Jumlah sekolah untuk anak-anak TKI di Malaysia belum mencukupi kebutuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengindikasikan persetujuannya terhadap permintaan pemerintah Indonesia untuk membangun sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Mahathir menuturkan, pemerintah Malaysia sadar banyak TKI datang dengan membawa anak usia sekolah.

Pemerintah Malaysia telah membangun sekolah untuk anak-anak tersebut di kawasan Semenanjung Malaysia. Meski begitu, jumlahnya memang belum mencukupi.

"Di Sabah dan Serawak memang belum ada sekolah-sekolah yang bisa dimasuki anak-anak dari Indonesia yang tinggal di sana. Ini akan kita perbaiki," ujar Mahathir, Jumat (29/6).

Dalam pertemuan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menitipkan secara langsung kepada Mahathir mengenai pentingnya perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia. Poin tersebut dianggap penting untuk dibicarakan karena banyak tenaga kerja dari Indonesia yang bekerja di Malaysia.

"Dan juga tentang pembangunan sekolah-sekolah bagi anak-anak di Indonesia," ujar Jokowi.

Baca juga: Isu Korupsi Hingga Ekonomi Dibahas Jokowi Bersama Mahathir

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, Presiden Jokowi memang sudah mengusulkan adanya nota kesepahaman mengenai permasalahan penempatan dan perlindungan TKI. Hak anak-anak TKI, salah satunya sektor pendidikan, akan tercantum dalam nota tersebut.

"Ini mendapat tanggapan positif dan detailnya akan kami follow up lagi sepeti apa," ujar Retno.

Retno menjelaskan, selama ini pemerintah Indonesia sebenarnya telah menambah community learning center (CIC). Dalam enam bulan terakhir bahkan Indonesia telah menambah sekitar 50 CIC yang ada di Malaysia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA