Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Greenpeace Jepang: Perlu Aturan Upaya Kurangi Sampah Plastik

Senin 17 Jun 2019 01:48 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Israr Itah

Sampah plastik. (ilustrasi)

Sampah plastik. (ilustrasi)

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Pencemaran laut yang disebabkan sampah plastik telah sampai kepada situasi kritis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Negara G20 berkomitmen untuk melakukan upaya mengurangi sampah plastik. Perwakilan Greenpeace Jepang Hiroaki Odachi mengatakan, rencana aksi mengurangi sampah perlu dibuatkan aturan hukum dengan tujuan yang jelas.

"Tetapi mengingat situasi kritis pencemaran laut dengan plastik, sangat diperlukan untuk membuat rencana aksi yang mengikat secara hukum dengan jadwal dan tujuan yang jelas," ujar Odachi kepada AFP dikutip Phys, Ahad (16/6).

Baca Juga

Menurut dia, pencemaran laut yang disebabkan sampah plastik telah sampai kepada situasi kritis. Sebab, sampah-sampah itu mencemari lautan di berbagai negara.

Ia mengatakan, jika kerangka kerja internasional untuk mengurangi limbah plastik laut disetujui, itu akan menjadi langkah pertama menuju penyelesaian masalah. Sehingga perlu rencana aksi yang lebih jelas.

Negara-negara G20 sepakat untuk mengadopsi kerangka kerja dalam mengatasi limbah plastik di laut dalam skala global. Para menteri lingkungan dan energi negara-negara G20 bertemu pada akhir pekan ini di Karuizawa, menjelang Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka pada 28-29 Juni 2019.

Kerangka kerja baru ini bertujuan memfasilitasi tindakan konkret lebih lanjut tentang limbah laut. Di bawah kerangka kerja baru, anggota G20 akan mempromosikan pendekatan siklus hidup yang komprehensif untuk mencegah dan mengurangi pembuangan sampah plastik ke laut.

Kemudian, melalui berbagai langkah dan kerjasama internasional. Mereka juga akan berbagi pengalaman, mempromosikan inovasi dan meningkatkan pemantauan ilmiah dan metodologi analitis.

“Saya senang bahwa kami, termasuk negara-negara berkembang dan negara-negara berkembang, dapat membentuk kerangka kerja internasional yang luas,” kata Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Yoshiki Harada dalam konferensi pers, Ahad (16/6).

Kelompok negara ekonomi utama G20 akan menyetujui kesepakatan untuk mengurangi limbah plastik laut pada pertemuan di Jepang pada Ahad (16/6) waktu setempat. G20 juga akan membahas keamanan energi menyusul serangan kapal tanker minyak di Teluk Oman.

Ia juga mengutarakan, dalam pertemuan para menteri lingkungan hidup dan energi G20 itu dikatakan bahwa polusi plastik telah menjadi keprihatinan internasional yang meningkat. Terutama setelah larangan yang diberlakukan oleh Cina dan negara-negara lain pada impor limbah plastik dari luar negeri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA