Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Korsel akan Larang Penjualan Kopi di Sekolah

Jumat 31 Aug 2018 09:00 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi kopi.

Ilustrasi kopi.

Foto: EPA/WU HONG
Ini dilakukan dalam upaya untuk mempromosikan gaya hidup sehat di antara anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan akan melarang penjualan kopi di setiap sekolah. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mempromosikan gaya hidup sehat di antara anak-anak.

Para guru juga akan dilarang membeli produk kopi di tempat kerja sebagai bagian dari kampanye pemerintah yang lebih luas. Aturan baru ini akan diberlakuan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi kafein dan kalori.

Dilansir di The Independent, Kamis (30/8), produk-produk kafein tinggi seperti minuman energi sejauh ini sudah dibatasi di sekolah-sekolah Korsel. Tetapi kopi biasanya tersedia di mesin penjual dan kios untuk para guru.

Larangan itu, rencananya akan mulai berlaku pada 14 September. Ini berarti kopi tidak akan dijual lagi di sekolah dasar atau menengah di seluruh negeri.

"Ini bertujuan untuk menciptakan kebiasaan makan yang sehat di kalangan anak-anak dan remaja. Kami akan memastikan kopi dilarang di sekolah," kata pejabat Departemen Keamanan Pangan dan Obat-obatan.

Kementerian itu mengatakan ada kekhawatiran tentang kopi yang menyebabkan pusing, jantung berdebar-debar, gangguan tidur dan kecemasan di antara para siswa. Banyak dari mereka yang dilaporkan beralih ke produk kafein tinggi untuk tetap terjaga selama pelajaran berlangsung.

"Kami telah memberi tahu sekolah tentang larangan minum kopi di seluruh negeri melalui kerja sama dengan kementerian pendidikan," kata pejabat itu.

Konsumsi kopi Korea Selatan telah meningkat dua kali lipat sejak 1990. Ledakan jumlah ini didorong oleh kehadiran Starbucks ke negara tersebut.

Menurut Organisasi Kopi Internasional, pada 2016, Korea Selatan tercatat mengonsumsi 2,3 kilogram kopi per orang. Angka tersebut adalah salah satu yang tertinggi di antara negara-negara Asia, meskipun hanya sekitar setengah dari jumlah yang dikonsumsi oleh rata-rata orang Amerika.

Jumlah kedai kopi di Korsel juga meningkat lebih dari tiga kali lipat. Antara tahun 2011 dan 2015, jumlahnya melonjak dari 12.400 menjadi 49.600.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA