Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Waspadalah Hacker Korea Utara ada di Hotel Mewah Cina

Ahad 04 Jan 2015 12:36 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Winda Destiana Putri

Hacker (Ilustrasi)

Hacker (Ilustrasi)

Foto: Agung Supriyanto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, SHENYANG -- Mengejutkan sebuah hotel mewah bernama Chilbosan di Shenyang, Cina diduga menjadi tempat bekerjanya hacker Korea Utara.

Dalam laman Rocketnews24, Ahad (4/1) dijelaskan Korea Utara menaruh tentara rahasia sebagai hacker komputer disana. Hacker ini bertugas untuk mengacaukan opsi militer Korea Selatan dan merusak komputer militer Amerika.

Ini mungkin terlihat mengejutkan dan asing bahwa Korea Utara telah menetapkan unit tentara perang cyber. Faktanya, di Korea Utara, hanya ada beberapa ratus orang yang bisa mengakses internet.

Tapi ternyata negara bisa bekerja untuk membentuk sebuah kelompok elit hacker. Penyusup Korea Utara mengatakan bahwa negara secara aktif mencari pelajar yang memiliki kemampuan matematika dan kemudian melatih mereka di universitas elit untuk menjadi hacker ahli.

Memang tidak diketahui secara tepat seberapa banyak orang bekerja sebagai hacker. Salah satu laporan mengklaim sekarang ada 17 ribu anggota, tapi penyusup Korea Utara mengatakan bahwa ini hanya ada 10 tim hacker, masing-masing terdiri dari tidak kurang lima orang.

Divisi tentara, yang dikenal dengan Unit 121, diketahui menyebar diantara tiga lokasi berbeda, sebuah kluster gedung beton di Pyongyang, kamp latihan di India dan sebuah hotel mewah di Cina dekat dengan perbatasan Korea Utara

Sementara laporan tahun 2009 karangan Mayor Tentara,  Steve Sin, seorang analis senior yang bekerja untuk militer Amerika di Korea Selatan, mengungkapkan bawa beberapa anggota Unit 121 bekerja dari Chilbosan Hotel di Shenyang, bagian dari Cina.

Dia mengklaim bahwa seorang Perwakilan Korea Utara mengatakan tahun 2004 beberapa tim hacking bekerja dari hotel. Di barat minggu ini setiap orang bergunjing mengenai hack yang dilakukan terhadap Sony Pictures, yang sebenarnya sudah menutup kantor perusahaan.

Beberapa orang mengatakan ini adalah ulah hacker Korea Utara yang mencoba untuk mencegah studio mengeluarkan film yang mana Kim Jong Un digambarkan dengan citra buruk.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA