Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Iran Minta AS Bebaskan Jurnalisnya

Rabu 16 Jan 2019 21:09 WIB

Rep: Kamran Dikarma/Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

press TV

press TV

Hashemi diduga menerima perlakuan tidak manusiawi di penjara Washington.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menyerukan pembebasan Marziyeh Hashemi, jurnalis kelahiran Amerika yang ditahan AS saat tengah bekerja untuk stasiun televisi Iran. Teheran menuduh Washington memperlakukannya dengan tidak baik di penjara sebagai seorang perempuan Muslim kulit hitam.

"Kami mengutuk penangkapan ilegal Marziyeh Hashemi, reporter dan presenter Press TV, dan perlakuan tidak manusiawi di penjara di Washington," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi, dikutip kantor berita negara IRNA.

Hashemi bekerja untuk Press TV berbahasa Inggris. Stasiun televisi itu pada Rabu (16/1) pagi mengatakan pembawa acara TV dan film dokumenternya itu ditangkap di Bandara Internasional St. Louis Lambert pada Ahad (13/1) dan ditahan di Washington.

Namun Hashemi dilaporkan belum didakwa secara resmi. Pejabat FBI belum dapat dihubungi untuk diminta komentar.

"Hashemi, seorang ibu dan nenek, tengah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mengunjungi anggota keluarganya, termasuk saudara lelakinya, yang menderita kanker," ujar Press TV, dalam sebuah pernyataan.

Hashemi kemudian diizinkan untuk menghubungi putrinya dua hari setelah penangkapannya. Menurut Press TV, Hashemi dilahirkan dengan nama Melanie Franklin di AS dan mengubah namanya setelah masuk Islam.

Di dalam penjara, Hashemi dilaporkan telah diminta untuk mencopot jilbab yang dikenakannya. Ia juga hanya ditawari daging babi untuk makan.

Satu-satunya makanan yang dia miliki selama dua hari terakhir adalah biskuit. Namun, Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi informasi tersebut.

"Penangkapan mendadak seorang perempuan Muslim Amerika, dan perilaku tidak berperikemanusiaan dan tidak sopan dari petugas federal AS, adalah contoh yang jelas tentang bagaimana rezim apartheid memperlakukan warganya yang bukan kulit putih," kata jubir Qasemi.

Hashemi telah tinggal di Iran selama lebih dari satu dekade, menurut berbagai media Iran. Dia telah meliput tentang diskriminasi terhadap perempuan, Muslim, dan warga Afrika-Amerika di AS.

Baca: AS Dilaporkan Tangkap Jurnalis Iran dan Diberi Makan Babi

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA