Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Belgia Selamatkan 6 Anak Yatim Piatu ISIS dari Suriah

Jumat 14 Jun 2019 14:57 WIB

Rep: Lintar Satria/ Idealisa Masyrafina / Red: Nashih Nashrullah

Seorang perempuan Suriah memasak di kamp pengungsi di Idomeni, Yunani, Selasa, 10 Mei 2016.

Seorang perempuan Suriah memasak di kamp pengungsi di Idomeni, Yunani, Selasa, 10 Mei 2016.

Foto: AP Photo/Petros Giannakouris
Ribuan mantan milisi ISIS ditahan oleh Pasukan Demokrasi Suriah (SDF).

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS— Belgia telah mengambil enam anak yatim piatu ISIS dari Suriah.  Saat ini Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS)  menahan ribuan mantan milisi ISIS dan keluarga mereka. 

"Ini harus diperluas ke laki-laki dan perempuan dewasa yang berada di kamp dan penjara kami, tidak hanya anak-anak," kata juru bicara SDF, Mustafa Bali, di Twitter, Jumat (14/6). 

Baca Juga

SDF menguasai seperempat Suriah di sebelah timur Sungai Eufrat setelah melancarkan serangkaian serangan balik ke ISIS sejak 2015. Pada Maret lalu, SDF berhasil mengalahkan kelompok teroris tersebut dengan mengepung persembunyian mereka di Baghouz, yang terletak di dekat perbatasan dengan Irak. 

Namun SDF tidak terus mempertahankan ribuan mantan anggota ISIS dan keluarga mereka yang menyerahkan diri. Sebagaian besar mantan anggota ISIS yang ditahan dan dipenjara di kamp yang sangat padat di utara Suriah itu adalah orang asing. 

Banyak di antara para anggota ISIS itu yang juga belum berhenti mendukung kekerasan. Para anggota ISIS juga membawa anak dalam jumlah besar ke dalam zona perang atau melahirkan bayi yang kini yatim piatu, menderita, tidak memiliki negara dan masa depan yang tidak pasti.  

SDF sudah memperingatkan mempertahankan mereka di timur laut Suriah dimana tidak ada penyelesaian politik jangka panjang akan menciptakan risiko keamanan yang tinggi. SDF juga meminta bantuan untuk mengatasi krisis kemanusian di kamp-kamp tersebut. 

Sampai saat ini negara-negara Barat masih belum bersedia untuk menerima kembali warga mereka yang bergabung dengan ISIS. Menurut negara-negara Barat mereka dapat menjadi ancaman keamanan nasional. 

AS, Prancis, dan Belanda sudah menerima dalam jumlah kecil anak-anak dan perempuan dari timur laut Suriah. Tapi sebagian besar masih ada di sana. SDF juga sudah menyerahkan banyak mantan anggota milisi ISIS ke Irak. 

Irak membawa para anggota ISIS itu ke pengadilan dan menjatuhi hukuman berat kepada mereka. Irak menjatuhi hukuman mati warga Belgia yang bergabung dengan ISIS Bilal al-Marchohi pada Maret lalu. Foto-foto di telepon genggamnya menunjukkan dia berpose dengan senjata dan menggendong bayinya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA