REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD--Tersangka teroris kelas kakap, Umar Patek, berhasil ditangkap aparat intelejen Pakistan, Selasa (29/3). Menurut informasi, penangkapan Patek tak lepas dari operasi yang dikembangkan Badan Intelejen AS, CIA.
Hal ini disampaikan dua pejabat intelejen Pakistan. "CIA memberitahu kami kalau kemungkinan Patek akan datang ke Pakistan," kata seorang pejabat intelejen yang tak ingin disebutkan identitasnya.
Sejauh ini belum diketahui apa motif Patek berada di Afghanistan. Termasuk bagaimana dia bisa masuk dengan leluasa ke negara tersebut.
Namun si pejabat menegaskan, penangkapan Patek di lapangan sepenuhnya adalah operasi intelejen Pakistan. Dengan bantuan CIA itu, kemungkinan Pakistan membuka akses bagi CIA untuk menginterogasi Patek. Hal ini dapat terjadi asalkan ada izin dari aparat Indonesia.
Umar Patek adalah buron teroris yang paling dicari di Indonesia dan Asia Tenggara. Amerika menghargai kepala Umar Patek sebesar 1 juta dolar AS. Patek diklaim jebolan Alqaidah di Afghanistan dan Pakistan pada 1980-1990an.