REPUBLIKA.CO.ID, QENA – Emad Mikhail, Gubernur Qena penganut Kristen Koptik, dipecat dari jabatannya oleh Menteri Dalam Negeri Mesir Mansour Eisawy, Senin (25/4).
Ribuan warga Mesir melakukan unjuk rasa selama beberapa hari menuntut pemecatan Mikhail dan dua gubernur lain yang dulu pernah bertugas lembaga kepolisian pada era mantan Presiden Hosni Mubarak.
Protes ini seolah menguji kewenangan pemerintahan sementara militer yang mengambil alih kekuasaan setelah Mubarak digulingkan pada Februari lalu.
Mikhail adalah salah satu dari dua gubernur Kristen yang ditunjuk Dewan Tinggi Militer (DTM) yang kini memerintah Mesir, dan langsung menuai protes warga Qena hingga sepekan lebih. Mereka menduduki kantor gubernur Qena, menuntut pengunduran diri Mikhail yang dikenal dekat dengan Mubarak.
Provinsi Qena yang terletak di selatan Mesir ini memiliki populasi Kristen yang cukup besar. Sejak awal demonstrasi hanya melibatkan warga Muslim, namun lambat laun kian meluas dan diikuti pula oleh warga Kristen.
Warga mengaku tidak keberatan dengan agama yang dianut Mikhail, namun fakta bahwa ia salah satu kroni Mubarak, yang membuat mereka menolak. Populasi Kristen di Mesir mencapai 10 persen dari 80 juta warga. Dan protes di Qena dianggap merupakan salah satu kemunculan benih sektarianisme.