REPUBLIKA.CO.ID,JERUSALEM--Lebih dari 3.000 personil polisi dikerahkan di dan sekitar Kota Suci, Rabu ketika Israel memperingati Hari Jerusalem untuk mengenang ketika mereka merebut sektor timur Arab kota itu 44 tahun lalu dalam Perang Enam hari.
"Kami telah menggelar personil polisi tambahan, penjaga perbatasan dan relawan pertahanan sipil, terutama di bagian timur kota itu dan di dan sekitar Kota Tua untuk menjaga ketertiban masyarakat selama peringatan itu," kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld kepada AFP.
Perayaaan-perayaan itu, yang dimulai pada saat matahari terbenam Selasa dan berlanjut sampai malam termasuk pesta-pesta, parade dan upacara-upacara untuk memperingati "unifikasi" kota itu setelah Jerusalem timur Arab direbut dalam perang tahun 1967.
Keamanan diperketat di seluruh Jerusalem menjelang pawai tahunan ke Tembok Barat, salah satu dari lolaksi tersuci kaum Yahudi, yang terletak di Bagian Yahudi Kota Tua itu.Pawai itu biasanya melintasi Jalan Jaffa, jalan utama yang memotong melalui Jerusalm Barat dan berakhir di Kota Tua, tetapi tahun ini akan dilakukan hampir seluruhnya di sektor timur kota itu, dalam usaha yang polisi khawatirkan mungkin menimbulkan bentrokan.
Pawai iu akan dimulai pukul 16:00 waktu setempat (20:00 WIB) di permukiman Sheikh Jarrah,Jerusalem timur, yang baru-baru ini menjadi ajang bentrokan antara para pemukim Yahudi yang bertekad akan membangun rumah-rumah di tengah daerah-daerah Palestina, dan para pemrotes sayap kiri dan penduduk Palestina berusaha menghambat aksi mereka.
Palestina akan menjadikan Jerusalem timur sebagai ibu kota negara mereka, tetapi Israel, yang mencaplok kota itu, satu tindakan yang tidak diakui masyarakat intermasional, mengklaim seluruh kota itu (Jerusalem timur dan barat) sebagai ibu kotanya yang tidak dapat dibagi.