REPUBLIKA.CO.ID, -- Satu laporan menyebut kelompok teroris Al-Shabaab --yang berafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda-- mendirikan "sekolah teroris".
Sekolah itu diduga telah menculik anak-anak dan mencuci otak mereka untuk melakukan serangan-serangan terhadap negara barat di kemudian hari.
Sekolah itu disebut merekrut anak berusia antara tujuh hingga sepuluh tahun untuk diajarkan mengenai Islam yang ekstrim.
Laporan yang dibuat oleh Neil Doyle, penyelidik bidang terorisme ini mengatakan, mereka juga diajarkan tentang bom bunuh diri serta meyakinkan mereka akan mati syahid dan masuk surga.
Doyle melaporkan hal itu setelah menemukan gambar anak-anak yang tengah dirantai dalam sebuah serangan ke satu sekolah di Mogadishu. Gambar tersebut memperlihatkan anak-anak tengah mendapat pelajaran dari seorang anggota kelompok Al-Shabaab. Serangan itu adalah satu dari beberapa operasi resmi pemerintah dan membuat 200 orang ditangkap.
Ketika tertangkap, salah seorang guru teroris mengatakan bahwa anak-anak diikat ke rantai sebagai hukuman karena tidak mengikuti kelas.
"Gambar-gambar itu menunjukkan bahwa Al-Shabaab telah berpaling pada cara perbudakan untuk menghasilkan tentara anak dan pelaku bom bunuh diri," kata Doyle pada Sunday Mirror dilansir dari al-alarabiya.
Boyle mengatakan al-Shabaab melakukan hal itu karena mereka telah banyak kehilangan anggota.
"Kelompok ini telah banyak kehilangan daerah kekuasaan untuk melakukan serangan ke pasukan pemerintah sehingga melakukan pelecehan terhadap anak secara luas sebagai cara menghasilkan insinyur-insinyur cerdas mereka di kemudian hari," tandas Boyle.