REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sekjen PBB, Ban Ki Moon mengatakan rakyat Iran berada di bawah tekanan besar akibat sanksi Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Ban menilai keterbatasan perbankan telah menyulitkan transaksi ekspor obat ke Iran. "Sanksi yang dikenakan pada Republik Islam Iran memberikan efek signifikan pada masyarakat secara umum, termasuk peningkatan inflasi, kenaikan biaya dan komoditas energi, peningkatan angka pengangguran, serta kekurangan kebutuhan termasuk obat-obatan. Sanksi telah memberikan efek pada operasi kemanusiaan," papar Ban seperti dinukil the Guardian.
Selain menghantam ekonomi, sanksi Barat juga membuat Iran kekurangan pasokan obat-obatan. Ban mengatakan meski beberapa perusahaan farmasi mendapat izin mengekspor obat ke Iran, namun sistem pembayaran menjadi kendala. Untuk mendapat negara pihak ketiga sebagai perantara perbankan pun tak dapat dilakukan. (baca: Sanksi Barat Bikin Harga Obat di Iran Meroket).
"Perusahaan farmasi enggan mengekspor obat ke Iran karena masalah transfer uang. Mereka pun menghadapi kesulitan untuk menemukan bank negara ketiga untuk memproses transaksi," ujarnya mengakhiri. (baca: Sanksi Barat Ancam Jutaan Nyawa Warga Iran).