Senin 10 Dec 2012 01:27 WIB

Tentara Sudan Selatan Tembak Mati 10 Pemrotes

Sudan dan Sudan selatan
Sudan dan Sudan selatan

REPUBLIKA.CO.ID, JUBA -- Pasukan Sudan Selatan menembak mati 10 orang yang memprotes relokasi markas dewan daerah di wilayah baratlaut negara itu pada akhir pekan, kata PBB, Ahad .

Kekerasan meletus setelah pasukan militer ditempatkan di sekitar Wau, ibu kota negara bagian Bahr el Ghazal Barat, untuk memindahkan rintangan jalan yang dibuat oleh warga sipil yang memprotes relokasi kantor dewan daerah, kata Liam McDowall, juru bicara Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS).

Pasukan melepaskan tembakan ketika sejumlah besar wanita dan aktivis berusaha berpawai ke kantor gubernur untuk menyampaikan petisi pada Minggu, katanya. Belum jelas apa keluhan pasti dari para pemrotes itu.

"Laporan-laporan yang kami terima adalah tentara menembaki massa untuk membubarkan mereka dan empat orang tewas," kata McDowall, dengan menambahkan bahwa PBB juga memperoleh laporan Sabtu bahwa pasukan membunuh enam orang lain.

Militer dan polisi menolak memberikan komentar mengenai laporan tersebut.

McDowall mengatakan, belum jelas apakah ada orang bersenjata di kalangan massa pemrotes atau apakah militer diprovokasi.

Reuters melansir, kelompok-kelompok hak asasi manusia sering menuduh pasukan Sudan Selatan, kumpulan dari mantan anggota milisi dan gerilyawan kurang terlatih, melakukan pelanggaran HAM.

Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan pada 2011 sesuai dengan perjanjian perdamaian 2005 yang mengakhiri perang saudara puluhan tahun antara utara dan selatan. Konflik panjang itu membuat negara baru tersebut sangat terbelakang dan ketempatan banyak senjata.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement