REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengonfirmasi diplomat AS tewas dalam serangan di Afganistan selatan.
Otoritas AS dan Afganistan mengatakan, tiga tentara AS dan dua warga sipil terbunuh pada Sabtu (6/4) dalam serangan bom mobil.
Bom mobil menyasar rombongan pasukan NATO yang dipimpin AS di Qalat, ibukota Provinsi Zabul. Juru bicara Taliban Qari Yousef Ahmadi mengklaim bertanggungjawab terjadap serangan di Zabul tersebut.
PressTV melaporkan, warga AS lain juga terbunuh dalam serangan terpisah di Afganistan timur. Data dari icasualties.org, jumlah tentara asing yang mati mencapai 30 orang. Terdapat 24 orang dari tentara AS sementara enam lainnya warga sipil. Mereka tewas di Afganistan sepanjang tahun ini.
Total jumlah tentara asing yang tewas di Afganistan mencapai 3.279 orang sejak AS meluncurkan perang pada 2001. Serangan militer di Afganistan menyebabkan kemarahan di As dan negara anggota NATO lain.
Perang AS di Afganisten diluncurkan pada Oktober 2001. Penyerangan dilakukan untuk menyingkirkan kekuatan Taliban. Namun, perang terus berlangsung di Afganistan meski 100 ribu tentara AS ditempatkan di negara tersebut.