Selasa 15 Apr 2014 11:59 WIB

Putin Tunjuk PM Crimea Sebagai Gubernur Rusia

Russian President Vladimir Putin takes part in a news conference at the Novo-Ogaryovo state residence outside Moscow March 4, 2014.
Foto: Reuters/Alexei Nikolskiy/Ria Novosti/Kremlin
Russian President Vladimir Putin takes part in a news conference at the Novo-Ogaryovo state residence outside Moscow March 4, 2014.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin, menunjuk Perdana Menteri Crimea saat ini sebagai pejabat gubernur semenanjung itu, suatu keputusan untuk memperkokoh status semenanjung itu sebagai wilayah Rusia .

Sergei Aksyonov , yang telah menjadi perdana menteri sejak awal langkah kawasan itu untuk memisahkan diri dari Ukraina , akan menjabat posisi itu hingga pemilihan umum , menurut dekrit yang diterbitkan di laman Kremlin .

Saat kedua tokoh itu bertemu di kediaman presiden di Moskow, Putin berterima kasih kepada Aksyonov atas bantuannya dalam mewujudkan Krimea sebagai wilayah Rusia, dengan mengatakan kepadanya, "Ini adalah prestasi Anda yang pertama dan terutama."

Aksyonov berjanji kepada Putin bahwa ia tidak akan mengecewakannya. Aksyonov yang proMoskow telah bertindak sebagai pejabat perdana menteri semenanjung itu sejak Febuari.

Perdana Menteri Krimea Anatoliy Mohilyov digulingkan setelah kelompok bersenjata mengambil alih gedung kementerian, dan anggota parlemen kemudian memilih Aksyonov yang berusia 41 tahun untuk mengisi pos itu.

Pemimpin Persatuan Rusia, partai di Crimea yang sebelumnya hanya menikmati sedikit keberhasilan dalam pemilihan umum, Aksyonov menjadi pendukung vokal untuk membawa semenanjung itu di bawah kekuasaan Moskow dan merupakan salah satu penyelenggara referendum kontroversial pada 16 Maret lalu.

Dia mengisi pos itu selama masa transisi kepada pemerintahan Rusia , mengawasi pengenalan rubel dan pergeseran zona waktu yang sama dengan Moskow.

Putin, Senin, juga bertemu dengan walikota Sevastopol , Alexei Chaly , yang berperan penting dalam membawa kota pelabuhan Ukraina di bawah kendali Moskow.

Kota itu - yang telah lama menjadi rumah bagi armada Laut Hitam Rusia - juga memperoleh penghargaan karena mengalihkan kesetiaannya kepada Kiev dengan memperoleh status wilayah Rusia .

Putin namun tidak menunjuk Chaly , tapi Sergei Menyailo , seorang laksamana Rusia dan mantan wakil komandan dari Armada Laut Hitam , untuk bertindak sebagai pejabat gubernur wilayah kota itu.

Aksyonov dan Chaly keduanya telah masuk dalam daftar hitam Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk aksi separatisme.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement