REPUBLIKA.CO.ID, ALEPPO-- Sedikitnya 43 orang tewas dan lebih dari 80 korban terluka, akibat ledakan bom mobil di pos perbatasan antara Suriah dan Turki. Ledakan yang terjadi pada Kamis (15/5) waktu setempat, terjadi di sebuah pos di dekat lintas perbatasan al Salameh, provinsi Aleppo, Suriah Utara.
Pos merupakan area yang digunakan penumpang yang hilir mudik, melalui titik persimpangan tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Observatorium HAM Suriah, Rami Abdurrahman, seperti dilansir dari aljazeera (15/5).
Seorang aktivis menunjukkan foto mobil dan mayat yang hangus terbakar di area ledakan tersebut. Ia mengatakan, jumlah korban yang tewas sangat tinggi. Korban kemudian diangkut oleh sekitar 12 ambulan ke Turki.
Hal yang sama diungkapkan oleh kelompok aktivis lain, Komite Koordinasi Lokal. "Ledakan bom mobil di lintas perbatasan, telah menewaskan dan melukai banyak orang," tuturnya kepada Associated Press seperti dilansir AlJazeera.
Sebelumnya, ledakan yang sama juga pernah terjadi di wilayah perbatasan di dekat Turki. Kantor berita swasta Turki, Dogan melaporkan, ledakan yang terjadi di wilayah Karaj Sajou tersebut telah melukai puluhan orang. Konflik di Suriah berawal dari aksi demonstrasi damai, yang menyerukan reformasi di negara itu.
Konflik kemudian berubah menjadi pemberontakan yang dipersenjatai. Hingga kemudian berkembang menjadi perang saudara, sebagai respon atas tindakan keras militer terhadap para demonstran. Lebih dari 150 ribu orang tewas, sejak konflik meletus pada 2011 lalu. Sementara itu, ratusan ribu orang terluka, dan jutaan rakyat Suriah mengungsi ke negara tetangga.