REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina melakukan penyergapan terhadap pasukan pemerintah di wilayah dekat jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17, Kamis (31/7). Sedikitnya 10 tentara Ukraina dilaporkan tewas akibat insiden ini.
Lebih dari 30 kendaraan dikatakan oleh kelompok separatis telah mereka hancurkan. Sebuah video amatir yang diunggah ke Youtube juga menunjukkan jenazah-jenazah para korban yang diduga seluruhnya adalah tentara pemerintah, berserakan di sekitar mobil-mobil yang terbakar. Namun, video tersebut belum dapat dipastikan keasliannya.
Juru bicara militer Ukraina, Oleksiy Dmytrashkivsky menegaskan 10 tentara telah tewas dalam insiden itu dan empat jenazah lainnya belum dapat terindentifikasi. Namun, laporan yang ada di beberapa media di Ukraina mengatakan serangan kelompok separatis menyebabkan hingga sebanyak 20 pasukan tewas.
Sementara itu, kantor berita kelompok separatis di Donetsk menuliskan dalam akun Twitter bahwa mereka telah memukul mundur kekuatan pasukan Ukraina. Selain itu, sebanyak 25 pasukan brimob udara Ukraina telah mereka sandera.
Pertempuran terjadi, hanya beberapa lama setelah para ahli meninggalkan lokasi kecelakaan. Sebelumnya, kedua belah pihak telah berhenti untuk saling menyerang, sejak peristiwa jatuhnya pesawat MH17, pada 17 Juli lalu. Hal ini disebabkan tim investigasi internasional yang akan melakukan pemeriksaan pada lokasi kecelakaan pesawat.
Kelompok separatis telah menyetujui dan memberi akses pada tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan di wilayah yang mereka kuasai tersebut. Para ahli juga berharap mereka dapat membawa tim dalam jumlah yang lebih besar untuk melakukan investigasi ke situs kecelakaan pesawat