Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ajakan Jadi Budak Seks ISIS Merebak di Kalangan Gadis Uigur

Kamis 14 Aug 2014 09:26 WIB

Rep: c92 / Red: Hazliansyah

ISIS

ISIS

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, XINJIANG -- Ajakan bagi para gadis-gadis untuk menjadi pemuas seks ISIS kini juga muncul di Cina. Polisi Cina kini sedang menyelidiki laporan soal gadis remaja Uigur yang berbasis di luar provinsi Xinjiang mendapat ajakan melalui telepon untuk menjadi  budak seks ISIS. 

Sebuah posting di media mirip Twitter, Sina Weibo mengklaim beberapa siswa Uighur asal Xinjiang yang sekolah di luar kota telah menerima panggilan anonim. Penelepon meminta mereka berhenti belajar dan melakukan perjalanan ke Irak untuk menjadi budak seks para militan IS (Negara Islam di Timur Tengah).

Postingan ini langsung menjadi perhatian publik dan direpost lebih dari 2.000 kali. Namun, posting itu dihapus Senin (11/8) lalu, dikutip dari deccanchronicle

Seorang warga yang mengaku bernama Zheng, mengatakan tahu tentang panggilan itu karena diberitahu oleh beberapa gadis sekolah Uigur yang mendapat telpon yang sama. 

“Mereka mengatakan pada saya, mereka menerima panggilan anonim, meminta mereka pergi ke Suriah melalui Indonesia," kata dia. 

Ajakan sebelumnya juga terjadi di Indonesia. Iklan lowongan untuk menjadi budak seks ISIS tiba-tiba menyebar di media elektronik. Iklan tersebut mencatut nama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bahkan menyebut Masjid Fathullah, UIN sebagai sekretariat ISIS Indonesia. 

“Lowongan budak seks. Pemuas birahi mujahidin. Menghibur dan memberikan semangat mujahidin yang sedang memerangi kafir. Dijamin masuk surga.”  Begitu bunyi iklan tersebut.

Selain nama UIN Syarif Hidayatullah, iklan itu juga menyebut beberapa lembaga dan partai sebagai simpatisan ISIS. Lembaga-lembaga tersebut adalah FAKSI, FPI, PKS, dan Hizbut Tahrir.  “Buruan ... Surga menanti Anda ukhti!!!” bunyi salah satu kalimat dalam iklan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA