Kamis 30 Oct 2014 11:02 WIB

Petani Eropa Rugi karena Rusia Disanksi, Romania Ingin Solusi

Vladimir Putin
Foto: EPA/Alexander Zemlianichenko
Vladimir Putin

REPUBLIKA.CO.ID, BUKARES -- Menteri Pertanian Romania Daniel Constantin pada Rabu (29/10) menyerukan "penyelesaian Eropa" dan bantuan baru buat produsen agro-pangan yang terkena embargo Rusia.

"Romania mendapati dirinya dalam posisi tak bisa mengeksport langsung ke Rusia dan beresiko terkena dampak tak langsung, sebab produk yang dieksport dari negara lain, seperti Lithuania atau Polandia, memasuki pasar Romania dengan resiko terjadi penimbunan," kata Constantin, yang juga adalah Wakil Perdana Menteri Romania, setelah babak pertama dialog Forum Kerja Sama Ekonomi dan Agro-perdagangan Ke-9 antara Cina dan Negara Eropa Tengah-Timur.

"I'tikad politik diperlukan; kita harus menyepakati masalah ini lalu membawanya ke Dewan," katanya. Ia menegaskan dana Eropa juga diperlukan, guna membantu petani melalui masa yang sangat sulit saat ini.

Menurut dia, menaikkan harga campur tangan minimum, penyimpanan swasta atau merangsang produsen untuk mengeksport ke pasar pihak ketiga di luar Uni Eropa mungkin menjadi penyelesaian Eropa yang bisa dipertimbangkan dalam waktu dekat.

Pejabat tersebut mengatakan ia telah memperingatkan dalam pertemuan terakhir Dewan Menteri mengenai resiko yang dihadapi setiap negara anggota Uni Eropa yang berusaha menemukan penyelesaian nasional guna melindung petaninya dan konsumennya.

"Saya kita sudah tiba waktunya, sebab ini adalah masalah Eropa, untuk menemukan Penyelesaian Eropa," kata Constantin, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (30/10).

Menurut menteri itu, ia telah mencapai konsensus dengan timpalannya dari Polandia --yang sedang berkunjung-- untuk menyampaikan pandangan bersama ke Dewan Uni Eropa dalam mendukung langkah bantuan baru buat produsen agro-pangan yang terkena embargo Rusia.

Romania menjadi tuan rumah forum agro-perdagangan tiga-hari antara Cina dan Negara Eropa Tengah-Timur. Selama pertemuan tersebut negara anggota Uni Eropa juga berbicara mengenai cara yang harus mereka lakukan guna melaksanakan Kebijakan Pertanian Bersama yang diperbarui, serta situasi yang timbul akibat embargo Rusia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement