Kamis 30 Oct 2014 19:13 WIB

Setelah Sepuluh Tahun, Investigasi Pesawat Ini Mulai Menemukan Titik Terang

Rep: Gita Amanda/ Red: M Akbar
Potongan alumunium dari pesawat yang diduga dipiloti oleh Amelia Earhart
Foto: dailymail.co.uk
Potongan alumunium dari pesawat yang diduga dipiloti oleh Amelia Earhart

REPUBLIKA.CO.ID, MIAMI -- Para peneliti yang menyelidiki hilangnya pesawat penerbang perempuan Amerika, Amelia Earhart, pada Rabu (29/10) mengatakan, mereka percaya lempengan alumunium yang ditemukan satu dekade lalu berasal dari pesawat itu. Namun banyak yang memandang skeptis pada penemuan tersebut.

Sebuah potongan logam ditemukan pada 1991, oleh The International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR), dalam perjalanan mereka ke pulau Nikumaroro, Republik Kiribati. Kelompok tersebut telah menghabiskan jutaan dolar selama ini untuk mencari pesawat Earhart dalam sebuah proyek yang melibatkan ratusan orang.

"Kami tak mengerti bagaimana bisa lempengan pesawat yang rusak berakhir di pulau di mana kami menemukannya, tapi kami memiliki lempengan, kami memiliki sepotong pesawat Earhart,"kata direktur eksekutif TIGHAR Ric Gillespie.

Earhart merupakan penerbang wanita pertama yang terbang sendiri melintasi Samudera Atlantik.  Namun pengumuman penemuan tersebut dinilai skeptis oleh beberapa pakar penerbangan.

"Ada beberapa orang dalam komunitas penerbangan dan komunitas sejarah yang sangat skeptis terhadap klaim mereka. Bagaimana Anda menetapkan sepotong alumunium milik Lockheed Electra kecuali ada nomor seri tertera di atasnya?" kata juru bicara Asosiasi Pesawat Eksperimental Dick Knapinsky.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement