Selasa 18 Nov 2014 08:45 WIB

Meski Akui Palestina, Swedia tidak Akan Buka Kedubes

Rep: c14/ Red: Esthi Maharani
Bendera Swedia
Bendera Swedia

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Meskipun Swedia sudah secara resmi mengakui negara Palestina, tetapi negara tersebut tidak akan mendirikan kedutaan besar di Ramallah, pusat administratif Palestina.

"Tidak ada negara Eropa yang membuka kedutaan untuk Palestina. Kami yakin, urusan diplomatik bisa ditangani via konsulat Swedia di Yerusalem," kata Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallström, kepada media lokal Sveriges Radio di Stockholm, Senin (17/11).

Pada bulan lalu, Swedia secara resmi mengakui negara Palestina. Langkah itu membuat Swedia negara anggota Uni Eropa pertama mengakui Palestina. Keputusan Swedia ini dinilai salah oleh Israel. Negara zionis itu bahkan sampai menarik duta besarnya dari Stockholm.

Sebaliknya, Presiden Palestina, Mahmud Abbas, menyambut baik langkah diplomatik Stockholm. Abbas menyebut Swedia sebagai negara yang "berani dan menoreh sejarah."

Pada 2012, Majelis Umum PBB juga menerima Palestina sebagai sebuah negara berdaulat. Namun, Uni Eropa dan kebanyakan negara Barat tidak mengakuinya.

Terkait keputusan Swedia ini, Margot Wallström menyatakan pada Oktober lalu, Swedia tidak berpihak pada kubu manapun. Swedia hanya berpihak pada proses perdamaian.

Wallström juga menambahkan, pembentukan negara Palestina telah sesuai dengan kriteria hukum internasional yakni, adanya wilayah, populasi penduduk, dan pemerintahan yang berdaulat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement