Ahad 28 Dec 2014 02:10 WIB

Dua Langkah Malaysia Tangani Banjir

Rep: c82/ Red: Agung Sasongko
Banjir di salah satu wilayah di Malaysia, tepatnya di Kampung Kuala Tahan.
Foto: Bernama
Banjir di salah satu wilayah di Malaysia, tepatnya di Kampung Kuala Tahan.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BARU --  Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah memerintahkan

instansi pemerintah terkait untuk memberikan bantuan tanpa ditunda-tunda. Najib mengatakan, akan memberikan tunjangan khusus sebasar 500 juta Ringgit atau sekitar 143 juta Dolar Amerika untuk

membantu korban membangun kembali selepas banjir kelak.

Bantuan tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk skema utama yang akan dilakukan untuk meringankan beban keuangan para korban banjir. Ia pun telah menetapkan keadaan darurat di Kelantan, salah satu negara bagian Malaysia yang paling parah dilanda banjir.

"Ini memiliki banyak implikasi," ujarnya saat mengunjungi beberapa pengungsi di pusat-pusat bantuan di dekat Ibu Kota Kelantan, Kota Bharu, dilansir Channel News Asia, Ahad (28/12).

"Jika kita mendeklarasikan keadaan darurat, perusahaan asuransi dibebaskan dari membayar kompensasi dan ganti rugi atas kerusakan barang dan kendaraan yang tinggi. Kedua, kita sudah menjalani seolah-olah kita berada dalam keadaan darurat sekarang," kata Najib lagi.

Saat ini, banjir mulai melanda setidaknya delapan negara di seluruh Malaysia. Di Kelantan, pemerintah telah menyatakan hari libur khusus karena banjir tersebut. Beberapa negara bagian pun telah menyatakan

tidak akan ada perayaan Tahun Baru karena bencana yang memang kerap melanda negeri Jiran tersebut

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement