Rabu 13 May 2015 10:48 WIB

Turki-Yunani Sambut Baik Perbincangan Perdamaian Siprus

Peninggalan Sejarah di Siprus
Foto: traveldk.com
Peninggalan Sejarah di Siprus

REPUBLIKA.CO.ID, ANKATA -- Turki dan Yunani menyambut baik dilanjutkannya pembicaraan perdamaian di Siprus, yang akan dilakukan pada 15 Mei, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa (12/5).

Pemimpin Masyarakat Siprus Turki dan Yunani di Siprus sepakat untuk melanjutkan perundingan perdamaian pada 15 Mei, setelah istirahat selama hampir tujuh bulan, demikian pengumuman PBB.

Perundingan terhenti pada akhir Oktober lalu, setelah Turki mengirim kapal Angkatan Laut dan kapal seismografik untuk meneliti kandungan gas alam di satu daerah yang diklaim oleh pulau di bagian timur Laut Tengah tersebut berdasarkan Konvensi PBB mengenai Hukum Laut.

Dilanjutkannya perundingan antara Masyarakat Siprus Yunani dan Turki menunjukkan perkembangan penting, kata Cavusoglu dalam satu taklimat bersama dengan Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Kocias yang sedang berkunjung ke Ankara.

"Saya ingin menyampaikan kepercayaan saya bahwa kami akan mencapai penyelesaian permanen tahun ini, jika Masyarakat Siprus Yunani dan negara Yunani memperlihatkan keinginan yang sama," kata Cavusoglu, dilansir dari Xinhua, Rabu (13/5). Sementara itu Kocias mengatakan situasi saat ini memperlihatkan kesempatan baru bagi penyelesaian permanen dalam masalah Siprus.

"Siprus mesti menjadi negara merdeka. Siprus mesti memiliki hubungan baik dengan semua negara, tanpa memerlukan negara penjamin," katanya.

Utusan PBB Espen Barth Eide mengatakan, setelah menjadi tuan rumah makan malam buat Presiden Siprus Yunani Nicos Anastasiades dan pemimpin Siprus Turki Mustafa Akinci, mereka akan meluncurkan perundingan melalui pertemuan langsung.

Eiden, Penjabat Penasehat Khusus bagi Sekretaris Jenderal PBB, mengatakan bahwa Anastasiades dan Akinci akan bertukar pandangan mengenai prosedur yang akan diikuti selama pembicaraan di kalangan wakil mereka.

PBB, yang telah menengahi perundingan selama lebih dari 40 tahun, serta bebrapa negara lain, telah mengatakan prospek bagi penyelesaian masalah Siprus telah bersinar setelah terpilihnya Akinci.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement