Rabu 08 Jul 2015 20:55 WIB

Warga Sydney ini Menderita Penyakit Sapi Gila Strain Langka dan Ganas

Red:
Frank Burton didiagnosa menderita penyakit Creutzfeldt-Jakob yang mematikan.
Foto: Audience submitted
Frank Burton didiagnosa menderita penyakit Creutzfeldt-Jakob yang mematikan.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Mantan pengurus keuangan di Klub Sepak Bola Australia -  Sydney Swans divonis hanya punya sisa waktu hidup beberapa minggu saja oleh dokter. Ini terjadi setelah dia didiagnosa mengidap penyakit sapi gila dari jenis atau strain yang sangat langka.

Peter Kogoy, teman dekat dari Frank Burton (63) mengungkapkan kepada ABC kalau rekannya tersebut tengah menderita penyakit Creutzfeldt-Jakob Disease (CJD) yang bersifat sporadis.
 
Ini merupakan jenis penyakit yang sangat langka dengan peluang terjadi di Australia 1 berbanding satu juta orang.
 
Burton merupakan petugas keuangan dan bendahara dari Klub Sepak Bola Australia Sydney Swans pada tahun 1980-an dan 1990-an. 
 
Rumah Sakit Prince Alfred memastikan kalau pihaknya memang tengah merawat pasien dengan penyakit tersebut dan kondisi pasien itu tidak memicu resiko infeksi.
 
Menurut Otoritas Kesehatan NSW,  penyakit CJD sporadis ini sangat langka, ini merupakan penyakit degeneratif yang menyerang bagian otak. Tapi penyakit ini tidak terkait sama sekali dengan konsumsi daging.
 
Penyakit ini tercatat hanya menyerang satu  dari 1 juta manusia setiap tahunnya di Australia.
 
Penyakit ini tidak bisa diobati atau disembuhkan dan berkembang menjadi sangat mematikan hanya dalam hitungan minggu atau bulan setelah pasien menunjukan gejala penyakit ini.
 
Mantan wartawan olahraga Peter Kogoy mengatakan Burton diberitahukan oleh pihak rumah sakit pada Jum’at lalu kalau dia hanya punya sisa waktu hidup 3 bulan saja.
 
Tapi sekarang ini tenggat waktu ini tampaknya semakin dipersingkat menjadi hanya 3 pekan saja.
 
Dia mengatakan Burton didiagnosa menderita penyakit  yang tidak biasa” oleh dokter hanya sekitar 5 minggu yang lalu dan penyakit ini langsung meningkat eskalasinya dengan sangat cepat.
 
Tes yang dilakukan dokter memastikan kalau Burton menderita penyakit CJD sporadis.
 
"Jika sebelum terkena penyakit ini kepalanya ditumbuhi rambut hitam, lurus dan jenggot hitam, kini setelah terdiagnosis penyakit ini seluruh rambut dan jenggotnya berubah menjadi putih. Seluruhnya berwarna putih,” kata Kogoy baru-baru ini.
 
"Ia juga kehilangan seluruh kemampuannya untuk berbicara dan menggerakan seluruh anggota tubuhnya hanya dalam hitungan minggu dan hari,”
 
Kogoy mengatakan saat ini anggota dewan Sydney Swans telah menjenguk Burton di ruang isolasi RS Prince Alfred.
 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement