REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Sedikitnya 11 orang tewas ketika sebuah bis yang membawa anggota pengawal Presiden Turnisia meledak di Tunis, Selasa (24/11). Hal itu diungkapkan seorang pejabat. Ledakan itu terjadi ketika kendaraan dparkir dekat arteri utama ibu kota Tunisia.
Lokasi tersebut merupakan tempat biasa anggota penjaga dijemput dan turun. Seperti diberitakan CNN, Selasa (24/11), ambulans bergegas menuju tempat kejadian. Tunisia telah mengangkat sebagai salah satu kisah sukses dari Arab Spring, gerakan yang membawa perubahan besar ke wilayah tersebut.
Meski begitu, negara Afrika Utara melihat banyak kekerasan dan kakacauan, termasuk serangan berdarah Maret lalu di Museum Bardo. Pada Juni, penembakan juga terjadi di sebuah hotel tepi pantai.
Kelompok militan ISIS yang telah mengambil alih petak besar Suriah dan Irak sementara juga melakukan tindakan teror di tempat lain. Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu. Tidak jelas siapa yang berada di belakang ledakan di Tunis itu.