Ahad 07 Feb 2016 10:58 WIB

Gempa Taiwan, Kemendag Buka Kontak Hotline

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: M Akbar
Petugas SAR mencoba mengevakuasi korban dari gedung 17 lantai yang rubuh akibat gempa di Taiwan, Sabtu (6/2).
Foto: REUTERS/Pichi Chuang
Petugas SAR mencoba mengevakuasi korban dari gedung 17 lantai yang rubuh akibat gempa di Taiwan, Sabtu (6/2).

REPUBLIKA.CO.ID, TAIWAN -- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan membuat posko darurat di lokasi gempa dan membuka nomor hotline +886978938872. Hal ini menyusul adanya gempa bumi sebesar 6,4 SR mengguncang Taiwan dengan titik episentrum gempa terjadi di timur laut Pingtung County di kedalaman 16,7 km.

"Hingga pukul 18.30 waktu setempat belum terdapat laporan korban dari warga negara Indonesia. Namun, kami berharap seluruh WNI di Taiwan dan keluarga di Indonesia yang ingin mengetahui kondisi keluarganya dapat menghubungi posko darurat dan hotline KDEI,"  ujar Kepala KDEI Taiwan Arief Fadillah dalam keterangan tertulisnya, Ahad (7/2).

Arief menjelaskan, hingga Desember 2015 tercatat sekitar 17 ribu warga negara Indonesia yang berada di Tainan. Mayoritas adalah tenaga kerja Indonesia berjumlah 16.881 jiwa, sedangkan sisanya adalah mahasiwa dan WNI lainnya.

Sementara itu, Ketua Posko Darurat Siswadi mengatakan, korban yang terperangkap di sebuah apartemen di Yongkang masih belum bisa dievakuasi secara keseluruhan. Saat ini kondisi apartemen di Yongkang rusak cukup parah. Gempa Taiwan telah meluluhlantakkan tiga gedung di Tainan, persisnya di Distrik Yongkang. Kondisi di distrik ini paling parah terkena gempa, disusul Xin Hua dan Gueren.

"Berdasarkan info dari kepolisian setempat, belum ditemukan warga negara asing yang menjadi korban. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi merupakan warga Taiwan," ujar Siswadi.

Berdasarkan data  Center Emergency Management of Tainana  dan Tim KDEI, sampai saat ini, diperkirakan 11 orang meninggal dunia dan 475 luka-luka.  Posko Darurat KDEI di Tainan City masih terus memonitor semua informasi termasuk memantau korban yang dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan apakah ada warga negara Indonesia menjadi korban gempa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement