Senin 14 Mar 2016 04:00 WIB

Ankara Diserang Bom Mobil, 27 Orang Tewas

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Achmad Syalaby
Bom mobil di Ankara, Turki
Foto: Reuters
Bom mobil di Ankara, Turki

REPUBLIKA.CO.ID,ANKARA -- Sebuah bom mobil meledak dan menewaskan sedikitnya 27 orang di salah satu jalan protokol di ibu kota Turki, Ankara pada Ahad (13/3). Peristiwa tersebut juga melukai sedikitnya 75 warga setempat. Ledakan itu merupakan serangan yang ke dua di jantung kota dalam waktu sebulan.

Ledakan tersebut terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Puing-puing ledakan bahkan terlempar hingga ratusan kilometer dari Kementerian Hukum dan Dalam Negeri, yakni sebuah gedung pengadilan dan kantor mantan perdana menteri.Pascakejadian tersebut, helikopter kepolisian terus berpatroli di pusat kota.

Seorang pejabat keamanan senior kepada Reuters mengatakan, temuan awal menunjukkan serangan dilakukan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK), atau sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan partai itu. Meski demikian, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Sebelumnya, pemerintah menyalahkan PKK dan militan Kurdi di Suriah atas bom mobil yang terjadi pada 17 Februari lalu. Peristiwa yang lokasinya hanya berjarak beberapa blok dari ledakan kedua ini, menewaskan 29 orang yang sebagian besar dari mereka adalah tentara. Serangan itu berada dekat dengan markas militer Turki, parlemen dan lembaga pemerintah utama lainnya.

Berdasarkan sumber pembantu presiden, Presiden Tayyip Erdogan telah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri Efkan Ala melalui telepon setelah ledakan."Sebanyak 27 warga negara kita tewas ketika ledakan mobil di Kizilay Guvenpark, dan 75 warga kita yang terluka dibawa ke berbagai rumah sakit untuk pengobatan," kata staf Kantor Gubernur Ankara dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat keamanan senior mengatakan, tembakan terdengar setelah ledakan terjadi. Media negara TRT mengatakan mobil tersebut meledak di pusat transportasi utama. Ledakan menghancurkan sebuah bus yang membawa sekitar 20 orang di dekat pusat Taman Guven dan Kizilay Square. Pascaledakan, yang terjadi sekira pukul 06.43, lokasi tersebut penuh sesak.

Sebagai anggota NATO, Turki menghadapi beberapa ancaman keamanan. Sebagai bagian dari koalisi pimpinan Amerika Serikat, Turki sedang berjuang memerangi Negara Islam di negara tetangga Suriah dan Irak (ISIS). Selain itu, Turki memerangi gerilyawan PKK di tenggara. Dimana dalam 2,5 tahun ini selalu sepakat adanya gencatan senjata.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement