Senin 21 Mar 2016 15:05 WIB

Partai Berkuasa Kazakhstan Menang Telak dalam Pemilu Parlemen

Anggota komite pemilu menghitung surat suara di sebuah tempat pemungutan suara di Astana, Kazakhstan pada Ahad, 20 Maret 2016.
Foto: STANISLAV FILIPPOV / AFP
Anggota komite pemilu menghitung surat suara di sebuah tempat pemungutan suara di Astana, Kazakhstan pada Ahad, 20 Maret 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, ASTANA -- Partai pimpinan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, Nur Otan, menang telak dalam pemilihan anggota parlemen pada Ahad dengan perolehan suara 82 persen, berdasarkan hasil penghitungan awal yang diumumkan pada Senin (21/3).

Komisi Pemilihan Umum Pusat mengatakan dua partai lain, partai Komunis dan Ak Zhol, melampaui perolehan tujuh persen, yang dibutuhkan untuk mendapatkan kursi, yang berarti majelis rendah, Mazhilis akan beranggotakan tiga partai sama seperti sebelumnya.

Tiga partai lain, Sosial Demokrat, Birlik (Persatuan) dan Auyl (Pedesaan), mendapatkan perolehan suara kurang dari tujuh persen. Hasil awalnya hampir sama dengan hasil yang diumumkan pada Senin pagi.

Nazarbayev, yang berusia 75 tahun, memberikan ucapan selamat kepada partainya dalam acara forum pemenang di Astana, tempat dia berjalan ke mimbar saat ribuan pemuda mengenakan pakaian berwarna biru dan kuning yang melambangkan partainya, menyerukan "Nursultan! Nur Otan!".

"Ini adalah sebuah pencapaian besar terhadap demokrasi kami," kata dia.

Hasil demikian diperkirakan mengejutkan siapa pun di negara Asia Tengah yang kaya akan minyak bumi, tempat Nazarbayev memerintah sejak 1989, memperbolehkan sedikit perbedaan pendapat yang belum pernah mengadakan pemilihan umum, yang dapat dikatakan jujur dan adil oleh pengamat dari negara Barat.

Yang lebih sulit untuk diperkirakan adalah susunan faksi Nur Otan nantinya karena mereka memiliki 127 orang calon yang memperebutkan 107 kursi di Mazhilis. Pengamat berpusat terutama kepada putri dari presiden, Dariga Nazarbayeva, yang saat ini menjabat sebagai wakil perdana menteri dan juga adalah calon dari partai terkait.

 

Baca juga: PM Turnbull Ancam Bubarkan Parlemen, Mengapa?

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement