Ahad 03 Jul 2016 12:08 WIB

Pelaku Serangan di Dhaka Warga Bangladesh

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Winda Destiana Putri
Pria meletakkan ucapan dan menyalakan lilin mengenang korban tewas akibat teror di sebuah restoran di Dhaka, Bangladesh, Sabtu (2/7).
Foto: Reuters
Pria meletakkan ucapan dan menyalakan lilin mengenang korban tewas akibat teror di sebuah restoran di Dhaka, Bangladesh, Sabtu (2/7).

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Ledakan yang menewaskan 20 orang di sebuah restoran di Dhaka diduga pelakunya adalah warga negara Bangladesh. Pihak berwenang telah mencoba menangkap lima dari 7 diantara mereka.

Sejumlah pria bersenjata menyerbu restoran kelas atas yang populer dengan ekspatriat di zona diplomatik, Jumat (1/7). Mereka kemudian menewaskan 18 orang asing dalam pembunuhan massal terkoordinasi.

Para ahli melihat serangan berada di tingkat skala dan kecanggihan yang sebelumnya tidak terlihat di negara Asia Selatan.

"Semua orang bersenjata adalah Bangladesh. Lima dari mereka terdaftar sebagai militan dan aparat penegak hukum membuat beberapa upaya untuk menangkap mereka," kata kepala polisi nasional Shahidul Hoque kepada wartawan di Dhaka, Sabtu (2/7) malam.

Polisi belum mengomentari klaim tanggung jawab ISIS. Tetapi sumber-sumber keamanan mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki lebih dalam adanya kemungkinan hubungan antara kelompok bersenjata dan kelompok-kelompok ekstremis Islam trans-nasional, mengingat skala dan kecanggihan serangan.

Bangladesh telah menyalahkan dua kelompok yang tumbunh untuk serangkaian pembunuhan mengerikan. Mereka menargetkan liberal atau anggota kelompok minoritas selama 18 bulan terakhir. Pihak berwenang setempat telah menyatakan bahwa tidak ada hubungan operasonal di antara militan Bangladesh dan jaringan jihad internasional.

ISIS mengunggah foto lima militan pada Sabtu dan mengatakan mereka adalah yang terlibat dalam seragan. Namun klaim tersebut belum dikonfirmasi.

Polisi mengatakan, sembilan orang Italia, tujuh warga negara Jepang, dua orang Bangladesh, seorang India dan warga Amerika Serikat tewas dalam serangan di gedung Dhaka, antara Holey Artisan Bakery dan O'Kitchen Restaurant.

Media Italia mengatakan, beberapa korban Italia bekerja di industri garmen. Serangan tersebut akan menakuti para ekspatrian yang bekerja di sektor garmen senilai 26 miliar dolar AS yang menyumbang 80 persen dari ekspor.

Perdana Menteri Sheikh Hasina mengumumkan dua hari berkabung nasional pada Sabtu (2/7) dan mengatakan negara itu akan berdiri melawan ancaman teror, demikian Reuters.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement