Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Erdogan: Barat Mendukung Terorisme

Rabu 03 Aug 2016 13:13 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menetapkan status darurat selama tiga bulan, Rabu (20/7), menyusul kudeta gagal pekan lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menetapkan status darurat selama tiga bulan, Rabu (20/7), menyusul kudeta gagal pekan lalu.

Foto: Kayhan Ozer/Pool Photo via AP

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA  -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Barat mendukung terorisme dan pelaku kudeta. Hal itu ditegaskannya saat berbicara dalam pertemuan investor internasional di Istana Presiden, di Ankara, kemarin.

Erdogan mengkritik sikap pengadilan Jerman yang melarang pidatonya di depan pengunjuk rasa antikudeta di Cologne. Jerman, kata dia, justru mengizinkan pemimpin teroris kurdi PKK berbicara di sebuah festival di kota yang sama.

"Sekarang saya bertanya, apakah Barat mendukung terorisme dalam insiden ini? Apakah Barat berpihak dengan demokrasi atau pengudeta dan terorisme?" tanya Erdogan.

Presiden Erdogan sejak awal mencurigai keterlibatan asing dalam kudeta gagal 15 Juli lalu. Ia mengatakan, perencanaan kudeta dilakukan di luar negeri.

"Negara Barat mendukung teroris dan berpihak pada pengudeta, mereka tak memiliki luka separah kita," ujar Erdogan.

Baca juga, kudeta militer turki Terkoordinasi Baik dan Hampir Berhasil.

Pemerintah Turki menuding Fethullah Gulen berada di balik kudeta. Turki telah meminta AS meng ekstradisi gulen , tetapi Paman Sam bergeming.

sumber : Anadolu Agency
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA