Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

'Erdogan Pikir Sudah Menang'

Kamis 04 Aug 2016 17:56 WIB

Rep: Reza Irfa Widodo/ Red: Teguh Firmansyah

Direktur Gullen Institut Ali Unsal, Perwakilan Majalah Mata Air Cumhur, Direktur Penerbit Republika Arys Hilman berbicara saat mengunjungi kantor Harian Republika di Jakarta, Kamis (4\8)

Direktur Gullen Institut Ali Unsal, Perwakilan Majalah Mata Air Cumhur, Direktur Penerbit Republika Arys Hilman berbicara saat mengunjungi kantor Harian Republika di Jakarta, Kamis (4\8)

Foto: Republika/ Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Aktivis gerakan Hizmet Ali Unsal, menyatakan, berdasarkan berita-berita dan informasi yang diterimanya, Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, memang berencana untuk menghancurkan Hizmet di seluruh dunia.

Hizmet merupakan sebutan untuk para pengikut ulama asal Turki, Fethullah Gulen yang dinilai Erdogan sebagai aktor intelektual percobaan kudeta gagal di Turki beberapa waktu lalu.

Menurut Ali, saat ini, Erdogan merasa sudah menang lantaran sudah bisa menghancurkan Hizmet di dalam negeri Turki sendiri. ''Sekarang Erdogan pikir, dia sudah menang. Dia pikir dia sudah berhasil menghancurkan Hizmet di Turki,'' tuturnya Ali kala berkunjung ke Kantor Republika, Jalan Warung Buncit No.37, Jakarta Selatan, Kamis (4/8).

Karena itu, lanjut Ali, Erdogan sedang berusaha untuk menghancurkan jaringan-jaringan Hizmet yang berada di luar negeri. Upaya ini dilakukan dengan mengirimkan instruksi kepada Duta Besar Turki di sejumlah negara untuk menutup sekolah-sekolah yang dianggap berafiliasi dengan Fethullah Gulen, karena organisasi tersebut dianggap sebagai organisasi teroris.

Baca juga, Ini Bukti-Bukti Keterlibatan Gulen dalam Kudeta Versi Otoritas Turki.

''Alhamdulillah, dunia tidak percaya itu, karena mereka seperti Indonesia, selama 25 tahun, mereka tahu orang-orang Hizmet melakukan apa di sini. Fokus membantu pendidikan, memberikan bantuan untuk yatim piatu, dan lain-lain, semua positif, karena itu, mereka tidak percaya,'' katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA