Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sentimen Anti-Amerika Meningkat di Turki

Selasa 09 Aug 2016 22:36 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Teguh Firmansyah

Suasana rapat umum ntuk mendukung demokrasi dan mengutuk upaya kudeta berdarah 15 Juli lalu di Turki

Suasana rapat umum ntuk mendukung demokrasi dan mengutuk upaya kudeta berdarah 15 Juli lalu di Turki

Foto: YouTube

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdaq Turki, Selasa (9/8), mengatakan sentimen anti-Amerika di masyarakat Turki terus meningkat. Menurutnya, sentimen negatif itu bisa ditenangkan dengan cara Amerika Serikat segera mengekstradisi Fethullah Gulen.

"Ada perasaan anti-Amerika yang serius di Turki, dan ini berubah menjadi kebencian. Ini ada di tangan Amerika Serikat untuk menghentikan perasaan anti-Amerika ini mengarah ke kebencian,"  kata Menteri Kehakiman Bekir Bozdag.

Pemerintah Turki menganggap Fethullah Gulen yang kini tinggal di AS merupakan dalang kudeta gagal.

Bozdag mengatakan, AS mengekstradisi Gulen itu terserah keputusan AS. Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan dua pertiga dari rakyat Turki setuju dengan presiden mereka bahwa Gulen berada di balik rencana kudeta.

Baca juga, Ini Bukti-Bukti Keterlibatan Gulen dalam Kudeta Versi Otoritas Turki.

Menanggapi permintaan Turki untuk ekstradisi Gulen, Presiden AS Barack Obama telah mengatakan Ankara pertama harus memberikan bukti yang jelas tentang kesalahan Gulen. Pekan lalu, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan Washington sedang mengevaluasi dokumen baru yang telah diterima.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA