Selasa 16 Aug 2016 09:58 WIB

Angela Merkel dalam Tekanan Agar Larang Burqa

Rep: Gita Amanda/ Red: Teguh Firmansyah
Wanit dengan mengenakan burqa. (ilustrasi)
Foto: shetyawan.blogspot.com
Wanit dengan mengenakan burqa. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel terus mendapat tekanan dari partainya untuk melarang penuh penggunaan kerudung dengan penutup wajah seperti burka di negara tersebut.

Sekretaris Jenderal partai Merkel, Peter Tauber mengatakan dalam sebuah konferensi pers terbuka bahwa burka tak sesuai dengan Jerman. "Cadar, tak sesuai dengan Jerman dan kami menolaknya," kata Tauber seperti dilansir Express.co,uk, Selasa (16/8).

Tauber juga menyerukan larangan niqab setelah serangan teror bulan lalu, dalam upaya memperketat keamanan Jerman. Sekutu Merkel ini memperketat tekanannya pada kanselir sebulan setelah Menteri Keuangan Jerman Jens Spahn menyatakan diri sebagai "burkaphobia".

Baca juga, Menteri Dalam Negeri Jerman Usulkan Larangan Burqa.

Undang-undang untuk melarang burka perlu disepakati oleh 16 pemerintahan negara bagian Jerman agar menjadi larangan yang lebih luas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement