REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Korea Utara hanya memiliki satu maskapai penerbangan, Air Koryo. Maskapai yang dibangun pada era 1990-an itu tersebut kini akan dibatasi operasinya.
Pesawat bintang satu ini hanya melayani penerbangan domestik dan dua penerbangan keluar negeri. Sebagian besar penerbangan internasional Air Koryo bertujuan Cina. Hanya beberapa yang dijadwalkan ke Rusia.
Pada Kamis (18/8), otoritas Cina mengatakan akan membatasi operasi Air Koryo ke Beijing. Bulan lalu, salah satu pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Shenyang Cina karena ada asap di kabin pesawat.
Insiden ini tidak menimbulkan korban. Namun Administrasi Penerbangan Sipil Cina mengumumkan upaya relevan untuk membatasi operasi. Beijing tidak memberikan informasi lebih lanjut.
Cina juga meminta maskapai untuk meningkatkan perbaikan, perawatan dan pelatihan. Penerbangan internasional dari Pyongyang ke Beijing itu hanya menggunakan pesawat jet ukuran medium Tupolev Tu-204 buatan Rusia yang menampung 140 penumpang.
Baca juga, Kim Serukan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Nuklir Korut.
Untuk rute domestik, Pyongyang bahkan masih menggunakan pesawat tua dari era Soviet.