Senin 19 Sep 2016 17:34 WIB

Kenakan Burkini, Perempuan Australia Ini Diusir dari Pantai Prancis

Rep: Puti Almas/ Red: Andi Nur Aminah
Seorang wanita mengenakan burkini atau istilah untuk baju renang yang tertutup penuh di Marseille, Prancis Selatan.
Foto: AP
Seorang wanita mengenakan burkini atau istilah untuk baju renang yang tertutup penuh di Marseille, Prancis Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, NICE -- Meski pengadilan Prancis telah mencabut larangan burkini, kasus larangan penggunaan burkini masih saja gterjadi. Seorang perempuan Muslim dari Australia, Zeynab Alshelh menceritakan bagaimana ia dipaksa meninggalkan pantai di Riviera, Prancis karena mengenakan burkini. Ia yang merupakan seorang turis di negara itu diusir karena menggunakan pakaian renang yang menutup seluruh badan hingga kepala tersebut.

Menurut perempuan berusia 23 itu, saat berada di salah satu pantai di Riviera, tiba-tiba ia didatangi oleh warga lokal. Mereka mengatakan akan memanggil polisi, jika Alshelh tidak segera pergi dari pantai tersebut. Padahal, pada Agustus lalu, pengadilan sempat mencabut larangan burkini di beberapa kota di wilayah itu.

"Mereka tidak senang saya menggunakan burkini, meski di pantai tersebut larangan penggunaan pakaian renang ini telah dicabut," ujar Alshelh, dilansir BBC, Senin (19/9).

Menurut mahasiswi kedokteran itu, kedatangannya ke Prancis bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dengan perempuan Muslim di negara itu. Ia juga ingin melihat secara langsung kondisi di mana banyak kaum hawa dinilai tertindas karena menggunakan hijab dan beberapa memilih menutup wajah mereka.

"Itu adalah simbol dari agama yang saya anut dan tidak pernah ada rasa tertindas untuk mengenakan sesuatu yang kami yakini," jelas Alshelh.

Sebelumnya, beberapa pejabat prancis, seperti Wali Kota Nice mengatakan burkini adalah simbol agama. Hal ini berpotensi memicu aksi provokatif, menyusul adanya serangan teror yang terjadi di kota tersebut pada Juli lalu dan diyakini terkait dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement