Rabu 18 Jan 2017 00:48 WIB

Pencarian MH370 Resmi Dihentikan

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Esthi Maharani
Presiden Institut Penerbangan Sipil Mozambik Joao de Abreu memegang kepingan yang diduga milik Malaysia Airlines MH370 di Maputo, Kamis, 3 Maret 2016.
Foto: ADRIEN BARBIER/AFP
Presiden Institut Penerbangan Sipil Mozambik Joao de Abreu memegang kepingan yang diduga milik Malaysia Airlines MH370 di Maputo, Kamis, 3 Maret 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, Pencarian pesawat hilang Malaysia Airlines MH370 dihentikan, Selasa (17/1). Australia, Cina dan Malaysia terpaksa mengakhirinya meski menyedihkan.

Dalam pernyataan, ketiga negara mengatakan keputusan itu diambil dengan sangat sedih karena pencarian selama ini tidak menghasilkan apa-apa lagi. Sejauh ini, hanya tujuh dari 20 puing yang ditemukan diduga kuat sebagai bagian Boeing 777.

Pencarian telah menyisir lebih dari 120 ribu km persegi di Samudera Hindia. Namun misteri hilangnya pesawat yang membawa 239 orang itu tidak mendapatkan titik terang.

"Meski sejumlah penelitian dilakukan, tidak ada informasi baru yang ditemukan untuk menentukan lokasi spesifik pesawat," kata pernyataan bersama ketiga negara. Mereka berharap ada informasi baru di masa depan.

Keputusan ini direspons kecewa keluarga korban MH370. Mereka menyebut otoritas tidak bertanggung jawab dan mengkhianati banyak hal. Termasuk data yang sedikit, peralatan dan rekomendasi dari para pakar.

Meski demikian, kelompok keluarga korban, Voice370 menegaskan tetap melakukan pencarian. Mereka akan melebarkan area penyisiran yakni 25 ribu km persegi dari area saat ini.

sumber : BBC

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement