Senin 06 Mar 2017 19:20 WIB

Bandara Sydney Raup Keuntungan Rp 1 Triliun dari Parkir

Parkir mobil di Bandara Sydney selama 24 jam adalah sekitar Rp 600 ribu.
Foto: ABC
Parkir mobil di Bandara Sydney selama 24 jam adalah sekitar Rp 600 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Sebuah laporan yang dibuat oleh Lembaga Perlindungan Konsumen Australia (ACCC) menyebutkan bandara Sydney meraup keuntungan 100 juta dolar AS (sekitar Rp 1 triliun) setahun dari parkir saja.

Oleh karena itu, ACCC menyerukan perlunya perubahan peraturan bagi tempat parkir di bandara untuk meningkatkan persaingan. Dalam laporan tahunannya untuk tahun keuangan 2015-2016 untuk empat bandara terbesar di Australia, ACCC menyebut keuntungan penghasilan dari parkir di Bandara Sydney adalah 73,1 persen, jauh lebih tinggi dari bandara Brisbane, Melbourne dan Perth.

Setiap tempat parkir di Bandara Sydney menghasilkan keuntungan 6.138 dolar AS (sekitar Rp 60 juta) setiap tahunnya. Rod Sims dari ACCC mengatakan monopoli tempat parkir oleh Bandara Sydney membuat mereka tidak memiliki alasan untuk menurunkan tarif parkir, dan para pengguna tidak memiliki alternatif lain.

"Mereka tidak memiliki persaiangan, itu masalahnya, pengguna tidak memiliki pilihan lain. Mereka memiliki kekuatan pasar dan tidak banyak yang bisa kami lakukan mengenai hal tersebut," kata Sims kepada ABC.

Sims mengatakan mereka yang menggunakan bandara Sydney memiliki opsi terbatas dalam soal transportasi. Memang tersedia taksi dan kereta, namun itupun harus mengeluarkan biaya tambahan.

"Anda bisa menggunakan taksi, namun tentu saja bandara Sydney mengenakan biaya tambahan empat dolar AS per taksi." katanya.

Tarif parkir di bandara yang dipesan lewat online memang memberikan tarif 30 atau 40 persen lebih murah, namun mereka yang terburu-buru akan membayar tarif lebih mahal. "Bila Anda datang begitu saja tanpa persiapan, tentu Anda tidak punya pilihan lain."

"Mereka (Bandara Sydney) dalam posisi monopoli dimaan mereka bisa menentukan tarif parkir mobil, mereka bisa menerapkan biaya tambahan siapa saja yang menggunakan tempat mereka, seperti taksi yang masuk ke bandara, atau mengenakan biaya bagi shuttle bus yang membawa pengguna ke tempat parkir yang jauh dari bandara. Mereka berada dalam posisi yang kuat," katanya.

Dalam reaksinya Bandara Sydney membantah menggunakan posisi mereka dengan menerapkan tarif yang berlebihan. Manajer umum Bandara Sydney Craig Norton mengatakan mereka menggunakan model yang sama terhadap hotel dan penerbangan, dan juga mengurangi tarif bila ada pemesanan lewat online.

"Anda akan mendapat tarif bagus bila memesan lewat online," kata Norton.

"Hanya sekitar 10 persen penumpang menggunakan tempat parkir di bandara, sisanya menggunakan moda lain untuk dan ke bandara. Ada fasilitas untuk menurunkan penumpang dan juga mengambil penumpang ada fasilitas gratis menunggu 15 menit," ujarnya.

Tarif parkir selama 24 jam di tahun keuangan 2015-2016 di bandara Sydney adalah 59,50 dolar AS (sekitar Rp 600 ribu), sementara lewat online adalah 50,98 dolar AS. Sekarang ini tarif meningkat menjadi 60,50 dolar ASuntuk parkir selama 24 jam.

Diterjemahkan pukul 15:10 AEST 6/3/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/bisnis-investasi/bandara-sydney-raup-keuntungan-rp-1-t-dari-parkir/8328638
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement