Ahad 26 Mar 2017 18:55 WIB

Menlu Australia Khawatir ISIS Bentuk Kekhalifahan di Filipina Selatan

Otoritas Australia bekerja dengan Indonesia, Malaysia dan Philipina terkait isu keamanan.
Foto: Reuters/Marconi B Navales
Otoritas Australia bekerja dengan Indonesia, Malaysia dan Philipina terkait isu keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan kelompok teroris ISIS mungkin mendirikan kekhalifahan di Filipina Selatan.

Pemimpin kelompok teroris Abu Sayyaf telah dinyatakan sebagai emir atau pemimpin oleh ISIS di Timur Tengah. "Ada kekhawatiran ISIS mungkin berusaha mendeklarasikan kekhalifahan di Filipina selatan. Hal ini membawa ancaman tepat di depan rumah kita," kata Bishop kepada Sky News.

Julie Bishop telah menggambarkan Abu Sayyaf sebagai kelompok teroris yang sangat berbahaya. Dia mengatakan ada sekitar 600 orang pejuang dari Asia Tenggara berada di Timur Tengah dan dalam waktu dekat bisa segera kembali ke wilayah tersebut.

”Itu sebabnya kita telah memastikan keamanan kita, penegakan hukum dan badan intelijen bekerja sama sangat erat dengan negara-negara lain untuk membasmi ancaman teroris ini di wilayah kita," kata Bishop.

"Kita tidak ingin melihat kelompok ISIS muncul kembali di tempat lain di dunia, jika tidak dalam beberapa tahun mendatang kita akan kembali berbicara mengenai bagaimana caranya untuk mengalahkan kekhalifahan di Filipina selatan misalnya," katanya.

Pihak berwenang Australia bekerja sama dengan Indonesia, Malaysia dan Filipina dalam hal masalah keamanan.

Diterjemahkan pada pukul 17:20 WIB, 26/3/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/menlu-australia-khawatirkan-kekhalifahan-di-filipina-selatan/8388182

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement