REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Polisi Prancis menembak seorang pria yang menyerang petugas dengan palu di luar Katedral Notre-Dame di Paris. Penyerang yang juga bersenjatakan pisau dapur itu sebelumnya telah mengancam orang-orang yang lewat di luar salah satu tempat wisata tersibuk di ibu kota Prancis itu pada Selasa (6/6) siang waktu setempat.
Ratusan orang bersembunyi di katedral dan kafe terdekat. Lebih dari 100 petugas polisi bergegas mengamankan lokasi kejadian.
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb mengatakan penyerang tersebut seorang mahasiswa Aljazair, berdasarkan kartu identitasnya. Ia menyerang dan meneriakkan “Ini untuk Suriah” saat dia memukul petugas polisi berusia 22 tahun.
Collomb langsung menuju ke polisi yang berjarak 50 meter dari tempat kejadian untuk berbicara dengan petugas yang terlibat dalam insiden itu.
Menurutnya, pria tersebut mendekati patroli polisi dari belakang sekitar pukul 16.20 sore pada Selasa. Kemudian ia mengambil sebuah palu dari ranselnya dan memukul salah satu petugas tepat di bagian kepalanya.
“Rekannya bereaksi dengan tenang dan menembaknya untuk memastikan agar petugas tidak mendapatkan serangan lebih lanjut,” kata Collomb seperti dikutip the Guardian, Selasa (6/6).
“Saya mengerti petugas polisi hanya sedikit terluka, tapi bisa jadi jauh lebih buruk jika rekan mereka tidak segera bereaksi. Penyerang terluka dan kami menunggu hasil analisisnya.”
Serangan tersebut hanya terjadi tiga hari setelah tiga orang bersenjatakan pisau membawa sebuah van dan menabrak pejalan kaki di Jembatan London sebelum menusuk orang-orang di restoran dan bar dekat Pasar Borough. Tujuh orang tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga, Pelaku Serangan di Bandara Prancis Dilumpuhkan.