REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Irak dan Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk melanjutkan rute penerbangan kedua negara untuk pertama kalinya setelah 25 tahun.
Dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (17/10), Kementerian Transportasi Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan kesepakatan tersebut, yang ditandatangani di Bandara Internasional Baghdad, termasuk menyediakan layanan transportasi udara antara kedua negara dan semua layanan transportasi darat ke pesawat-pesawat Kerajaan dan sebaliknya.
Penerbangan antara Arab Saudi dan Irak telah ditangguhkan sejak Irak menginvasi Kuwait pada 1990.Penerbangan antara kedua negara akan dimulai pada 30 Oktober.
Menurut kesepakatan tersebut, kedua bandara juga akan menyediakan layanan transportasi darat, termasuk perawatan, pembersihan, refuel (mengisi atau menambah bahan bakar), layanan pengangkutan udara dan semua persediaan yang dibutuhkan.
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Rekomendasi
-
Sabtu , 02 May 2026, 09:35 WIB
Laporan: Iran Bilang ke Arab Saudi akan Hancurkan Uni Emirat Arab
-
-
Sabtu , 02 May 2026, 08:47 WIBStrategi Kilat Eropa Tangkis Serangan Dadakan Rusia: Data Lebih Mematikan daripada Tank Leopard
-
Sabtu , 02 May 2026, 07:29 WIBCara Licin China Berlimpah Energi Saat Eropa Tercekik
-
Sabtu , 02 May 2026, 07:06 WIBKapal Dibajak IDF, Kelanjutan Pelayaran Global Sumud Terancam
-
Sabtu , 02 May 2026, 06:59 WIBTentara IDF Tangkap dan Aniaya Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Advertisement