Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Ahmadinejad Dijadikan Tahanan Rumah

Ahad 07 Jan 2018 19:10 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Dwi Murdaningsih

Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad

Foto: Reuters/Brendan McDermid

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan telah ditempatkan di bawah tahanan rumah. Sebelumnya ia dikabarkan ditahan oleh pihak berwenang Iran karena dituduh menghasut kerusuhan di Iran atas komentar yang dia buat tentang pemerintahan Presiden Hassan Rouhani.

Menurut surat kabar Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London, dalam sebuah pidato pada 28 Desember di Bushehr, Ahmadinejad mengatakan pemimpin Iran saat ini telah terpisah dari masalah dan keprihatinan masyarakat, serta tidak tahu apa-apa tentang realitas masyarakat. Dia kemudian melanjutkan dengan mengatakan pemerintah Iran saat ini sedang mengalami salah urus dan mereka pikir rakyat Iran tidak tahu apa-apa.
 
Unjuk rasa besar-besaran telah mengguncang Iran sejak 29 Desember lalu. Pemerintah Iran menyalahkan komentar Ahmadinejad itu karena dianggap telah menghasut rakyat untuk melakukan unjuk rasa. Ahmadinejad juga diduga menghadiri salah satu demonstrasi anti-pemerintah pekan ini.
 
Karena permusuhan pemerintah Iran terhadap pers bebas, terutama pers bebas Barat, tidak ada media Barat yang dapat secara independen mengkonfirmasi berita penangkapan Ahmadinejad.
 
Dilansir di The Blaze, Ahmadinejad menjabat sebagai Presiden Iran dari 2005 sampai 2013. Dia adalah seorang insinyur dan pengusaha yang diperkirakan memiliki kekayaan sekitar 5 juta dolar AS. Ahmadinejad memerintah Iran dengan sikap konservatif garis keras anti-Barat.
 
Pemilihannya kembali sebagai presiden pada 2009 telah dirusak oleh tuduhan penipuan, yang menyebabkan terjadinya demonstrasi Green Movement 2009. Ahmadinejad juga memicu kemarahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei atas dugaan korupsi di pemerintahannya.
 
Dalam pemilu 2013 di Iran, Ahmadinejad mendukung saingan Rouhani. Dia kemudian kembali berusaha mencalonkan diri sebagai presiden pada 2017, namun Dewan Pelindung Iran memutuskan dia tidak memenuhi syarat.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA