Rabu 14 Feb 2018 20:48 WIB

Polisi Afsel Menggerebek Rumah Pebisnis Terkait dengan Zuma

Tiga orang ditangkap dalam operasi tersebut.

Rep: Marniati/ Red: Ani Nursalikah
Jacob Zuma
Foto: Reuters
Jacob Zuma

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Polisi Afrika Selatan (Afsel) pada Rabu (14/2) menggerebek rumah keluarga pengusaha yang terkait dengan Presiden Jacob Zuma. Penggerebekan ini dilakukan saat negara tersebut menanti keputusan Zuma untuk mundur.

South African Broadcasting Corporation melaporkan agen dari Hawks, sebuah unit investigasi polisi elite memasuki kompleks keluarga Gupta di sebuah lingkungan mewah di ibu kota Johannesburg. Tiga orang ditangkap dalam operasi tersebut.

Keluarga tersebut dicurigai memanfaatkan hubungannya dengan Zuma untuk memenangkan kontrak negara dan menjadi penyebab utama kemarahan nasional terkait korupsi di perusahaan negara selama masa jabatan Zuma. Baik Guptas maupun Zuma membantah semua tuduhan yang ada.

Sebuah komisi yudisial sedang mempersiapkan penyelidikan dugaan korupsi terkait dengan saudara laki-laki Gupta yang lahir di India. Ia pindah ke Afsel sekitar masa transisi dari peraturan minoritas kulit putih ke demokrasi pada 1990-an. Salah satu putra Zuma, Duduzane, memiliki hubungan bisnis dengan Guptas.

Sementara itu, tidak ada tanggapan langsung dari Zuma terkait pengumuman oleh partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa presiden harus melepaskan jabatannya. Partai ANC, telah kehilangan popularitas karena skandal yang terkait dengan Zuma. Saat ini partai sedang berusaha menyelesaikan krisis kepemimpinan yang mengganggu salah satu ekonomi terbesar di Afrika.

Pihak yang berkuasa mengatakan mereka mengharapkan tanggapan dari Zuma pada Rabu. Kantor presiden tidak mengeluarkan pengumuman apa pun terkait hal tersebut. Mereka meminta media untuk menunggu pemberitahuan resmi.

Wakil Presiden Cyril Ramaphosa siap menggantikan Zuma, yang bisa menghadapi mosi tidak percaya di parlemen jika dia menentang perintah partainya untuk mengundurkan diri. Masa jabatan lima tahun Zuma periode kedua berakhir pada saat pemilihan di 2019, namun ANC menginginkan Zuma turun tahta lebih cepat sehingga partai memiliki lebih banyak waktu untuk memulihkan kepercayaan para pemilih yang tidak puas dengan kinerja ANC.

Sebuah gerakan yang disponsori oleh partai oposisi, Economic Freedom Fighters, dijadwalkan berlangsung pada 22 Februari di parlemen. Ketika penyelidikan terkait Gupta berlanjut, Zuma dapat menghadapi tuduhan korupsi terkait dengan kesepakatan senjata dua dekade yang lalu. Jaksa penuntut Afrika Selatan diperkirakan akan membuat keputusan apakah akan menuntut Zuma atas tuduhan lama, yang dipulihkan tahun lalu setelah dihentikan pada 2009.

Dalam skandal lain, pengadilan tinggi Afrika Selatan memutuskan pada 2016 Zuma melanggar konstitusi setelah menggunakan dana negara untuk kebutuhan rumah pribadinya. Presiden mengembalikan sejumlah uang tersebut.

Yayasan seorang Mantan Presiden yang diinstruksikan oleh ANC untuk berhenti pada 2008,Thabo Mbeki menilai keputusan ANC yang meminta Zuma untuk mundursudah terlambat. Mbeki diminta mundur karena berselisih dengan Zuma, yang saat itu menjadi pemimpin partai. Mbeki tidak mengikuti perintah tersebut dan Zuma menjadi presiden setelah pemilihan tahun berikutnya.

"Langkah melawan Zuma memungkinkan partai pemerintahan untuk segera memperhatikan banyak tantangan dan perkembangan negatif yang telah terjadi selama masa kepresidenan Zuma," kata yayasan Mbeki.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement