Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Badai Es di Eropa Hentikan Jaringan Transportasi

Jumat 02 Mar 2018 09:44 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Winda Destiana Putri

Badai salju kali ini merupakan yang terburuk dalam 45 tahun terakhir.

Badai salju kali ini merupakan yang terburuk dalam 45 tahun terakhir.

Foto: EPA
Sebagian besar Benua Eropa diterpa cuaca dingin dari Siberia.

REPUBLIKA.CO.ID, SWISS -- Badai besar salju di Eropa telah memutuskan beberapa jaringan transportasi. Badai salju telah menyebabkan penutupan sementara Bandara Jenewa di Swiss dan pembatalan semua penerbangan di Bandara Dublin pada Kamis (1/3).

Sebagian besar Benua Eropa diterpa cuaca dingin dari Siberia. Dimana sistem cuaca tersebut membawa suhu terdingin selama beberapa tahun.

Kondisi cuaca ini mendapat beberapa julukan di negara berbeda. Di Inggris kondisi ini disebut "Beast from the East", Belanda menyebut "Siberian Bear", dan Swedia menyebut "Snow Cannon".

Penerbangan dari dan menuju Dublin dibatalkan karena gangguan layanan yang diperkirakan akan terjadi hingga Sabtu (3/3). Wilayah Irlandia sendiri tetap bersiap menghadapi prediksi hujan salju terberat dalam beberapa dasawarsa.

Bandara di kota Jenewa, Swiss, terpaksa ditutup pada Kamis (1/3) pagi namun dibuka kembali setelah landasan pacu dibersihkan.

Badai salju di Eropa juga berdampak pada perjalanan kereta api dan kendaraan mobil. Sekitar 2.000 pengemudi terdampar di jalan raya dekat kota Montpellier, Prancis, dengan beberapa keluhan diantaranya telah terjebak selama 24 jam.

Sementara itu banyak warga dilaporkan meninggal di seluruh benua. 21 orang di Polandia menurut laporan AFP meninggal dunia. Diyakini kebanyakan diantara mereka adalah orang yang susah untuk dibangunkan (rough sleeper).

Kematian juga dilaporkan terjadi di Inggria dan Belanda. Dan ketika badai salju ini dilaporkan menyebar ke wilayah selatan Mediterania, korban jiwa juga dilaporkan terjadi di Prancis, Spanyol, Italia, dan lain-lain.

Di Paris, pihak berwenang mendirikan tempat penampungan darurat untuk sekitar 3.000 tuna wisma di kota tersebut. Pantai-pantai di Nice diselimuti lapisan tebal salju.

Sementara itu orang-orang di Ukraina berjuang melawan jalanan yang tertutup salju. Ramalan mengenai badai salju ini masih akan terjadi di masa yang akan datang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA